• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color

Pemda Jayawijaya Bantu Yayasan Manusia Papua.

Cetak PDF
Sebagai wujud keprihatinan Pemda Jayawijaya terhadap tingginya prosentase  angka kematian balita dan ibu hamil  sehingga merupakan hal yang sangat problematik di Kabupaten Jayawijaya sebagaimana laporan hasil survey  dari Yayasan Manusia Papua yang berkedudukan di Nederland ( Belanda) bekerjasama  dengan Yayasan Anugerah Balim Papua maka Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada Perubahan Anggaran Tahun 2010 telah mengalokasikan dana penunjang sebesar  Rp 300.000.000;( Tiga ratus juta rupiah) untuk mendukung program-program kegiatan yang sedang dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan oleh Yayasan Manusia Papua dan Yayasan Anugerah Balim Papua dalam rangka menekan  tingginya prosentase angka  kematian balita dan ibu hamil di Jayawijaya khususnya.
Dana ini akan digunakan untuk pembangunan Klinik Bersalin yang akan ditangani langsung oleh Tenaga-tenaga  dan sukarelawan  dari  Yayasan  Anugerah Balim Papua dan Yayasan Manusia Papua di Nederland serta untuk penyediaan peralatan yang dibutuhkan dalam membantu ibu-ibu yang membutuhkan pertolongan persalinan.
Dengan adanya klinik bersalin ini dimaksudkan untuk memberikan suatu pembelajaran dan contoh yang benar kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya menjaga dan memelihara kesehatan mulai saat awal kehamilan hingga penanganan yang benar pada saat melahirkan untuk mencegah adanya kematian baik kematian bayi maupun ibu hamil/ melahirkan dengan demikian masyarakat akan sadar bahwa sebenarnya ada problema yang besar dalam kehidupan masyarakat saat ini yaitu tingginya angka kematian balita dan ibu hamil sebagai akibat dari kurangnya penanganan secara benar  maka harus segera ditangani untuk ditanggulangi secepat mungkin.
Adalah harapan dan doa kita semua agar apa yang menjadi  tujuan dan cita-cita mulia dari Yayasan Anugerah Balim Papua dan Yayasan Putra Papua ini dapat terlaksana dengan baik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Lembah Balim.
 

Temuan BPK Akan Ditindaklanjuti Pada Proses Hukum

Cetak PDF

Wamena - Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos.M.Par menyatakan pihaknya akan menindak lanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang penyimpangan anggaran kepihak berwajib. Hal ini terkait adanya surat pemberitahuan dari BPK Pusat kepada BPK Propinsi Papua tentang laporan hasil pemeriksan APBD Jayawijaya.

 

Pembukaan Rapat Paripurna Sidang DPRD Jayawijaya Tahun 2010

Cetak PDF

Wamena - Rapat-Rapat Paripurna Masa Sidang II Tahun 2010 DPRD Kabupaten Jayawijaya dibuka secara resmi oleh Wakil ketua I Agustina W. Haluk dan  dihadiri oleh 26 anggota DPRD Jayawijaya, Bupati, Wakil Bupati dan Muspida di lingkungan Pemerintahan Jayawijaya.

 

30 Napi Dilibatkan Dalam Penggalian Saluran Air

Cetak PDF

Wamena-  Sebagai salah satu bentuk pembinaan bagi narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena, sebanyak 30 orang narapidana (Napi) dilibatkan dalam penggalian saluran air. Kegiatan ini juga bermaksud untuk pelatihan sekaligus praktek guna bekal bagi narapidana setelah selesai menjalankan hukumannya. Kegiatan ini tidak dipkasakan bagi narapidana, hanya napi yang mau saja yang dilibatkan,” ungkap Endang Suharman, Kepala Lapas Wamena.

Endang menambahkan bahwa, “kegiatan ini merupakan kerjasama antara lapas dan pemerintah kabupaten jayawijaya untuk meningkatkan ketrampilan bagi narapidana dan menjadi alternatif penghasilan bagi napi dimana hasil pekerjaan ini seluruhnya akan diserahkan kepada napi, selain itu juga kegiatan di luar ini dapat mengurangi kejenuhan napi selama di dalam lapas,” ujarnya.

“Antusias masyarakat juga sangat positif dimana banyak masyarakat yang memberikan makanan dan minuman bahkan juga uang kepada napi yang bekerja maka diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dengan tujuan para napi memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta dapat berpartisipasi dalam pembangunan bila usai menjalani hukuman kelak,” pungkas Endang.

 

 

Target PAD Jayawijaya tahun 2010 Mencapai 23 M Lebih

Cetak PDF

 

Wamena – Kepala Dinas pendapatan keuangan dan asset daerah Kabupaten Jayawijaya, Benyamin Arisoy, SE, M.Si menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2010, sebesar Rp.23 miliar lebih.

“ Dari target Rp.23 miliar, dari Januari hingga Agustus baru Rp.14 miliar atau 60 persen, diharapkan dari sisa bulan tersisa target bisa tercapai,” ujar Beny sapaan akrab Benyamin Arisoy. Beny optimis dalam empat bulan kedepan sisa target sebesar Rp.9 milyar akan dapat tercapai, melihat perjalanan keuangan daerah yang ada.

 

PT. Diminta Ciptakan SDM Handal dan Profesional

Cetak PDF

Wamena – Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S. Sos, M. Par mengatakan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jayawijaya yang handal dan profesional dapat diwujudkan melalui pendidikan Perguruan Tinggi (PT). Keberadaan Perguruan Tinggi di kabupaten Jayawijaya dinilai sangat membantu program pemerintah dalam memajukan pendidikan. Hal itu dikatakan Wempi ketika memberikan kuliah perdana semester ganjil dihadapan para dosen dan mahasiswa STAK Diaspora Wamena, baru-baru ini Selasa (24/8).

 

Umat Islam Jayawijaya Peringati Nuzulul Qur'An

Cetak PDF

 

WAMENA – Nuzulul Qur’an yang setiap tahun diperingati oleh umat Islam dalam ibadah bulan suci Ramadhan pada prinsipnya memiliki makna dan hakekat yang mendalam, yaitu hadirnya sebuah kesadaran spiritual tentang jati diri manusia sebagai hamba Allah, sekaligus sebagai khalifahnya. Sebagai hamba Allah, manusia dituntut untuk menjadi manusia yang selalu mengabdi kepadaNya, sedangkan untuk melaksanakan fungsi kekhalifahan, umat Islam diberi petunjuk melalui Al Qur’an dengan tujuan memiliki iman yang kuat, teguh dalam beribadah, berakhlak mulia dan berbudui pekerti yang luhur serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu dikatakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S. Sos, M. Par yang diwakili Plt. Sekda Petrus Mahuse, AP memperingati Nuzulul Qur’an tingkat kabupaten Jayawijaya yang dipusatkan di masjid Agung Baitur Rahman Wamena Sabtu (28/8) malam.

 

Umat Hindu Jayawijaya Selenggarakan Piodalan

Cetak PDF

Wamena – Meski keberadaan umat Hindu di Jayawijaya tergolong minoritas, tak membuat para warganya patah semangat dalam menyelenggarakan upacara keagamaan untuk menghormati , Piodalan Pura Tirta Wijaya. Upacara Piodalan Pura Tirta Wijaya adalah upacara untuk memperingati keberadaan Pura Wijaya yang sudah berusia 10 tahun,” tegas drh. I Made Putra, penasehat umat Hindu.

 

WVI Selenggarakan Lokakarya

Cetak PDF

Wamena - Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi sosial kemasyarakatan dan memiliki program yang cukup baik salah satu diantaranya yaitu memfokuskan pada kualitas hidup anak. Hal itu dikatakan plt sekda Petrus Mahuse, AP mewakili bupati jayawijaya ketika membuka kegiatan loka karya pengenalan pelayanan wvi adb lauk nayak,di sasana Wio, baru-baru ini. Jumat (27/8).

 

Festival Budaya Lembah Baliem, Sukses?

Cetak PDF

Festival Budaya Lembah Baliem, Sukses?

Pesona Festival Budaya Lembah Baliem ini ternyata masih sangat kuat. Wisatawan baik manca negara maupun domestic membanjiri lokasi perang-perangan desa Wosilimo, distrik  Kurulu, yang jaraknya cukup jauh dari kota Wamena. Apa saja yang ada di festival tahunan ini, berikut beberapa ulasannya.

Secara umum, pelaksanaan festival ini terbilang sukses. Walaupun ada beberapa parameter untuk menilai suksesnya even ini. Kekurangan jelas ada dalam festival ini, apakah disebabkan kurang siapnya panitia, atau juga beberapa factor lain yang kurang diantisipasi panitia.

Suksesnya acara festival ini bisa dilihat dari beberapa segi. Diantaranya, kunjungan wisatawan manca negara ke festival ini relative stabil, sama atau mendekati jumlah kunjungan tahun 2009. Wisatawan ini masih didominasi wisatawan Eropa, selain itu ada beberapa wisatawan Asia seperti Jepang. Antusiasme para wisatawan ini bisa terlihat  dari hadirnya mereka, bahkan tingkat hunian hotel bisa dikatakan penuh dengan para wisatawan ini.

Jumlah wisatawan yang menghadiri festival ini sayangnya tidak diantisipasi oleh panitia dengan menghitung jumlah nilai pastinya. Seperti tahun 2009, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya , Ratna Isbudiarti, SE mengungkapkan bahwa, ”Jumlah kunjungan wisatawan di festival mencapai sekitar 400 (empat ratusan) wisatawan manca negara.” Dan untuk tahun 2010 ini, belum bisa dilihat berapa jumlah nilai pastinya, apakah sama dengan tahun 2009 lalu ataukah bertambah dan berkurang. Hal ini yang masih harus dilihat panitia untuk masa mendatang. Namun dengan apa yang bisa dilihat, kunjungan wisatawan manca negara tahun ini tidaklah mengecewakan.

Dan sebuah catatan adalah bagaimana caranya agar para wisatawan ini bisa kembali lagi tahun depan, bahkan dengan mengajaki serta keluarga atau teman sehingga lebih banyak lagi mereka yang datang melihat festival ini. Artinya, ketika pulang dari Wamena akan banyak cerita menarik untuk kerabat bahkan sanak family di sana, bukan sebuah cerita kurang puas dan membuat mereka enggan lagi datang ke festival ini.

Disisi lain, suksesnya festival ini juga dilihat dari perputaran uang yang ada selama even ini berlangsung. Munculnya sejumlah pedagang bermobil, tenda maupun yang hanya menggelar plastik menjual pinang, muncul bak jamur. Dan bisa dilihat, pembeli juga tak hentinya mencari kebutuhan seperti makan, makanan ringan, rokok, air minum, bahkan sampai pinang. Ramainya transaksi ini, bisa diprediksikan dalam sehari saja, perputaran uang di even ini, bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Artinya, masyarakat juga bisa merasakan hasil dari event ini.  Namun sayangnya, perputaran uang di souvenir ternyata masih kecil. Ini nantinya harus menjadi perhatian panitia, bagaimana caranya agar banyak turis berbelanja souvenir di festival ini.

Selanjutnya, keterlibatan masyarakat ternyata masih cukup tinggi. Walaupun secara sekilas, festival kali ini lebih sepi dari tahun lalu, terutama jumlah peserta. Namun hal ini tidak menjadi penyebab tidak suksesnya even ini. Dan yang jangan lupa dilihat adalah, peran serta masyarakat ini juga berimbas ke masyarakat. Artinya, setiap peserta lomba mendapat hadiah pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Sebelumnya, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S.Sos, M.Par menegaskan bahwa,”Jumlah dana pembinaan ini akan ditingkatkan.” Dan bisa dilihat, peserta lomba tari-tarian kini mendapat dana pembinaan Rp 3.500.000,00 sedangkan tim perang-perangan mendapatkan Rp 5.000.000,00 sama halnya peserta lomba lainnya. Artinya, dana yang mereka terima ini bisa dimanfaatkan atau dirasakan langsung oleh masyarakat, belum lagi bagi yang berprestasi atau juara.

Sebuah optimisme bahwa even ini berhasil dengan sukses, walaupun tak sempurna. Disinilah kerja kita semua, bukan hanya instansi terkait, panitia atau Pemkab jayawijaya saja, untuk memberi masukan, saran, namun menjadi tanggung jawab semua pihak. Dan juga, kita tidak boleh anti dengan masukan bahkan kritikan yang isinya memberikan evaluasi kegiatan ini. Karena disinilah kita belajar agar even ini  kedepannya akan berjalan lebih baik lagi. Ini butuh kerja keras bahkan pemikiran yang ekstra dari semua pihak. Bagaimanapun even ini adalah milik kita bersama, kebanggaan kita, dan cerita indah kita masyarakat Jayawijaya, yang harus kita banggakan dan kita jaga.

Sementara itu, beberapa evaluasi menjadi sebuah masukan adalah kesiapan panitia dalam kordinasi. Kordinasi baik antar sesame panitia bahkan juga dengan tamu serta protokoler pejabat. Ketepatan waktu ini harus dipersiapkan panitia, terutama jika tamu telah datang. Di festival ke -21 ini, pembukaan yang direncanakan jam 10.00 WIT akhirnya baru dapat dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIT, padahal beberapa tamu penting sudah tampak hadir. Kedepannya, hal ini harus dibenahi agar tak terjadi lagi hal-hal seperti ini.

Selain itu kordinasi antar panitia serta panitia local. Banyaknya campur tangan panitia yang bukan bidang menangani sebuah bidang membuat kordinasi kacau. Pendaftaran peserta saja, masih ada beberapa peserta yang mendaftar mendadak, bahkan kupon sebagai tanda pendaftaran peserta ada yang double/ganda. Hal ini mengakibatkan agak semrawut saat panitia memberikan dana pembinaan yang diterima per grupnya.

Banyak suara yang ditujukan ke panitia, termasuk sebelum festival ini digelar. Diantaranya adalah “kemasan penampilan” sebuah grup yang biasa disampaikan dengan sinopsisnya. Hal ini sangat positif, dan kita juga melihat beberapa peserta menampilkan beberapa inovasi baru namun tidak merubah keaslian seni yang ditampilkan. Ini patut diacungi jempol walaupun kedepannya masih perlu banyak yang dibenahi, termasuk cerita dalam adegan perang-perangan yang tidak monoton, sehingga tamu yang melihat tidak merasa bosan. Tetapi satu hal yang harus dijaga adalah keaslian cerita.

Sementara itu dalam even karnaval, kemeriahan masih sama seperti tahun sebelumnya. Jadwal pelaksanaan tepat seperti di undangan bahkan yang diumumkan oleh panitia. Namun masih ada catatan yang hamper tiap tahun masih saja terjadi. Panitia khususnya seksi acara harus mampu mengatur tempo bagi peserta karnaval, sehingga di jalanan, penonton bisa betul  menikmati tanpa harus menunggu lama akibat jarak satu peserta ke peserta lain begitu jauhnya.

Dan, setidaknya acara festival ini terbilang sukses, walau dengan beberapa catatan yang wajar. Kedepannya adalah tugas kita bersama untuk menjadikan festival ini lebih baik dari yang sebelumnya. (*)

 

 

 

 

 
Halaman 1 dari 8

 Tampilan terbaik website ini menggunakan firefox dan resolusi 1024 x 768 px
email pengiriman artikel : webmaster@jayawijayakab.go.id

CB not installed

Kebijakan Pemerintah


PENCANANGAN PENDIDIKAN GRATIS
Selengkapnya....

JAMKESDA
PENCANANGAN KESEHATAN GRATIS
Selengkapnya....

RASKIN
RASKIN GRATIS
Selengkapnya....

 

Komentar Terakhir

pengumuman-pelelangan-pengadaan-barang

Login Form



Statistics

Anggota : 133
Konten : 144
Web Link : 7
Jumlah Kunjungan Konten : 97683