Kegiatan LSM YAYASAN GAPAI

WAMENA - Kegiatan LSM Yayasan GAPAI Harapan Papua dibuka oleh Assisten 1 Setda Drs. Tinggal Wusono, M.A.P di Gedung Sekolah Minggu, selasa 21 Juni 2022. Dalam Kegiatan yang bertema “Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Mendorong Masyarakat Tangguh Lawan Penyakit dan Hoax di Kabupaten Jayawijaya”, pimpinan Gapai mengungkapan bahwa Yayasan Gapai merupakan salah satu Lembaga swadaya masyarakat di bidang kesehatan dengan mitra kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui Dinas Kesehatan. Gapai bekerja di 13 kabupaten/kota dan pada tahun 2020 sampai sekarang focus dalam mendorong imunisasi, malaria, kesehatan ibu dan anak dan juga nutrisi, Serta juga bersama-sama dengan pemerintah mendorong masalah stunting.

Cap : Assisten 1 Setda bersama sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya dan Pimpinan GAPAI saat Membuka Kegiatan LSM Yayasan GAPAI Harapan Papua.

Foto : Imanuel Sawaki

Pimpinan Gapai juga mengungkapkan bahwa terkait dengan pertemuan Koordinasi Lintas Sektor ini melibatkan semua stakeholder baik pemerintah, Tokoh agama, dan juga tokoh masyarakat agar mendorong adanya masyarakat tangguh dalam perlawanan terhadap penyakit. Karena untuk melihat latar belakang yang ada sampai saat ini derajat kesehatan melalui vaksinasi sangat Rendah dan berdasarkan beberapa informasi, diskusi dan analisa yang ditemui di beberapa kabupaten/kota laporan yang paling dominan adalah informasi salah atau hoax. Kemudian merujuk pada penyelenggaraan  program vaksinasi atau imunisasi pada peraturan kemenkes no 12 tahun 2017 di Bab 44 pasal 7 mengamanatkan harus melibatkan peran serta lintas sektor didalam mengsukseskan program imunisasi.

“Sebetulnya vaksinasi dan imunisasi dua kata yang terlihat berbeda tetapi sebenarnya satu kesatuan, vaksinasi merupakan proses membuat zat vaksinnya dan imunisasi bagaimana memasukkan vaksin kedalamnya sehingga menimbulkan kekebalan tubuh”, ungkap Pimpinan Gapai.

Lanjut pimpinan Gapai mengatakan bahwa “Jika dilihat dari perjalanan proses vaksinasi dan imunisasi sejak tahun 1970an sejak lahir kita semua sudah di vaksin dan biasanya memakai botol harimau untuk mencegah penyakit hepatitis, juga melalui perjalanan panjang hingga saat ini terdapat virus covid 19”.

Setiap proses menghadirkan vaksinasi selalu terjadi perubahan yang begitu banyak seperti hepatitis, campak, polio, dan seterusnya berjalan normal sejak tahun 1970an sampai dengan sekarang. Kondisi hari ini kita melihat penolakan terhadap vaksinasi tidak hanya covid 19 tetapi berdampak sampai di imunisasi dasar. Hal ini cukup tinggi berdasarkan hasil analisis dan temuan informasi bahwa terjadi perbedaan yang signifikan ketika hadirnya media social.

Ketika proses-proses imunisasi vaksinasi sejak zaman dahulu sampai di zaman pemerintahan Soeharto informasi itu bersifat tunggal datang dari orang professional, Orang kesehatan, orang pendidikan dan kemudian informasi tersebut final ke tujuannya yaitu masyarakat dan hasilnya berjalan normal tidak ada diskusi-diskusi berkembang dan informasi salah yang mempersoalkan apa isi zatnya dan apa dampaknya dan lain sebagainya sehingga proses vaksinasi imunisasi berjalan dengan baik.

Tetapi dengan hadirnya media masa bahkan para ilmuan sedang melakukan riset penelitian bahwa informasi yang salah, sudah didahulukan masyarakat, sehingga informasi benar yang datang dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan mendapatkan tempat yang kedua. Informasi hoax sumbernya ketika di konfirmasi tidak diketahui datangnya dari mana, biasanya datangnya dari video, media social, teman dan sebagainya, sehingga kurang adanya kepercayaan dari masyarakat terhadap pemerintah.

“Semakin banyak orang yang bisa menyebarluaskan informasi benar itu akan semakin baik, karena teorinya adalah satu informasi hoax harus di lawan dengan minimal 100 informasi benar. Karena sekarang kita menghadapi begitu banyak informasi hoax, yang berkembang begitu mengerikan” kata Pimpinan Gapai.

Cap : foto bersama dalam Kegiatan LSM Yayasan GAPAI Harapan Papua.

Foto : Imanuel Sawaki

Assiten 1 Setda Kabupaten Jayawijaya menyampaikan bahwa kita selaku tokoh-tokoh yang dihadirkan untuk diharapkan bisa membangun komitmen yang kuat, bagaimana kita bisa bersama-sama mengatasi informasi hoax sehingga bisa kita luruskan. Perlu disadari bahwa di era media sosial ini kadang-kadang antara informasi yang benar dan informasi yang salah itu bedanya tipis sekali karena teknologi sudah semakin canggih sehingga orang-orang yang mempunyai kemampuan dibidang tersebut bisa merekayasa sesuatu yang tidak ada menjadi ada, sesuatu yang tidak benar menjadi benar, kalau kita tidak bisa menelusuri dan memastikan kejadian yang sebenarnya. Kondisi-kondisi yang seperti ini bisa didiskusikan dan harapannya kedepan bisa di minimalisir.

Lanjut  Assisten 1 Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.A.P mengungkapkan Untuk imunisasi di Jayawijaya dan Papua cangkupannya sangat minim sekali, padahal jika dilihat imunisasi ini dapat dirasakan jangka panjang. Ketika kita mendapatkan imunisasi baik, baik itu imunisai yang rutin maupun yang lain, pasti  kekebalan tubuh dan daya tahan tubuh kita akan semakin meningkat dan tingkat derajat kesehatan semakin tinggi.

Pada kesempatan yang sama Assisten 1 Setda Drs. Tinggal Wusono, M.A.P juga mengatakan bahwa  diharapkan situasi dan kondisi yang di hadapi sekarang khususnya bagaimana meningkatkan derajat masyarakat kita khususnya dalam bidang kesehatan dan juga bisa bersama-sama untuk menyampaikan informasi yang benar dan baik kepada masyarakat. (AW/IS/RS)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top