Kementrian PUPR Resmi Serahkan Bangunan Rekonstruksi Rusuh Wamena ke Pemda Jayawijaya

WAMENA – Setelah dikerjakan selama 9 bulan dan rampung, rekonstruksi ruko dan rumah warga yang terkena dampak konflik social di Wamena 23 September 2019 lalu akhirnya secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah oleh Kementrian PUPR melalui Dirjen Prasarana Strategis.

Irwan Sutianto, Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kementrian PUPR RI melalui video conference mengatakan rekonstruksi bangunan-bangunan terdampak konflik social Wamena 2019 lalu merupakan amanat presiden.

Penanganannya pun penanganan keadaan darurat, sehinga penyedia jasa yang ditunjuk pun juga yang terdekat dan mampu menangani secara cepat, dan tentunya melibatkan pengusaha lokal khususnya GAPENSI Jayawijaya.

“Ini merupakan pemulihan social sekaligus pemulihan ekonomi, artinya dengan melibatkan pengusaha local dan tenaga kerja local saya berharap ini adalah bagian dari upaya untuk pemulihan ekonomi Wamena. Dari 403 ruko, tinggal 8 yang masih dalam tahap penyelesaian,” ungkapnya, melalui tatap muda daring, Jumat (10/07/20)

Ia juga mengapresiasi semua pekerjaan yang telah rampung, menurutnya hal ini tentunya tidak terlepas dari situasi kondusif  di Jayawijaya, berkat kerjasama pemda dan jajaran.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses penyelesaian masih ada hal-hal yang mungkin belum sesuai. Tapi kami sangat berkomitmen untuk bisa segera menyelesaikan ini, baik di Wamena maupun di Jayapura,” ujarnya.

Dengan penyerahan ini, diharapkan semua fasilitas ekonomi dapat segera difungsikan, dan warga serta pemilik ruko dapat beraktifitas kembali.

“Kami harap setelah serah terima, semua asset yang telah kami pulihkan bisa segera dimanfaatkan,” katanya.

Ia kembali mengingatkan kontraktor yang ada di bawah GAPENSI  untuk segera menyelesaikan delapan unit ruko yang tersisa, dan juga secara administrasi.

“Kami berharap dari apa yang kami kerjakan ini bisa segera memberikan manfaat buat masyarakat Jayawijaya, teriring harapan bahwa apa yang kami usahakan dan upayakan ini dapat diterima dengan baik .Kami juga berdoa bersama agar kerusuhan seperti yang lalu tidak terjadi kembali,” pungkasnya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengatakan karena sudah ada penyerahan dari kementrian PUPR sehingga maka akan ditindak lanjuti untuk segera difungsikan.

“Dengan penyerahan ini kita sudah bisa gunakan, agar mama-mama kita bisa berjualan. Seperti Pasar Wouma yang sudah rampung dalam waktu 3 minggu pasca rusuh sampai sekarang belum gunakan karena belum ada penyerahan secara administasi,” jelasnya.

Lanjutnya, pada kesempatan itu selain melaporkan adanya  9 ruko yang belum terdaftar (data GAPENSI) pemda Jayawijaya juga melaporkan beberapa asset pemda ikut menjadi korban dan hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kami juga sampaikan ke pak dirjen melalui vicon termasuk asset pemda seperti perkantoran yang waktu itu ikut dibakar, termasuk PLN. Ini sampai sekarang belum ada realisasi dari kementrian,” bebernya.

Sementara untuk perumahan yang direkonstruksi sebagian telah ditempati kembali oleh pemiliknya.

Pada kesempatan yang sama, Agu Hubby, pemilik ruko di Pasar Wouma yang direkonstruksi kementrian PUPR menyampaikan terimakasi kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

“Saya mewakili semua pemilik mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yakni bapak presiden dan kementrian perumahan, balai gapensi, teman-teman kontraktor yang sudah membangun ruko maupun pasar,”

“Kami dari pemilik tidak bisa membalas apa-apa, tetapi semua kebaikan dan jerih payah baik tenaga maupun pikiran bahkan keuangan yang sudah dikeluarkn oleh Negara kiranya Tuhan Yesus memberkati,” ungkapnya.

Menurutnya, sementara ini mama-mama di Pasar Wouma sudah berjualan kembali berjualan namun masih di pinggir jalan, sambil  menunggu pemerintah daerah menyerahkan asset tersebut untuk dapat digunakan kembali oleh masyarakat khususnya para pedagang di Pasar Wouma.

Mama Agu Hubi sendiri merupakan salah satu pengusaha Papua yang cukup sukses di Wamena, ia bahkan memilik 101 ruko yang tersebar disekitar pasar Wouma yang dibakar pada 23 September 2019 lalu.

“Kami berharap peristiwa seperti itu tidak terulang kembali, karena kami ingin hidup aman di tempat kami,” pungkasnya. (Vin)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top