Wabup Jayawijaya : Oknum Pemicu Konflik Antarwarga Wajib Diproses Hukum
WAMENA - Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, menegaskan bahwa aksi saling serang antara Suku Lani dan Suku Yali tidak melibatkan seluruh anggota suku, melainkan hanya sekelompok oknum yang mengatasnamakan suku tersebut.
"Saya ingin menegaskan bahwa tidak semua anggota Suku Lani dan Suku Yali terlibat dalam aksi kekerasan ini. Kami meminta agar oknum-oknum yang bertanggung jawab diproses hukum, bukan suku secara keseluruhan," ujar Ronny Elopere di Wamena, Papua Pegunungan, pada Selasa (20/1/2026).

Wakil Bupati Jayawijaya saat beri keterangan pers, Selasa (20/1/2026).
Foto : Vina Rumbewas
Diketahui Aksi saling serang ini terjadi setelah mediasi penyelesaian kasus pembunuhan di Polres Jayawijaya yang gagal mencapai kesepakatan. Sehingga Suku Yali dan Suku Lany terlibat dalam bentrokan yang menimbulkan korban jiwa.
"Oleh sebab itu Saya meminta warga Jayawijaya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi kekerasan ini. Kita harus menjaga keamanan dan ketertiban di daerah kita," ujar Ronny Elopere.
Ronny Elopere menekankan pentingnya menyelesaikan konflik melalui jalur hukum positif. "Kita harus menghindari kekerasan dan menyelesaikan masalah melalui jalur hukum. Jangan libatkan warga yang tak bersalah," tambahnya.
Wakil Bupati juga mengajak warga untuk fokus pada pembangunan dan menjaga keamanan di daerah mereka. "Kita harus bekerja sama untuk membangun Jayawijaya yang lebih baik, karena Jayawijaya ini merupakan barometernya 7 kabupaten lain. Jadi jangan biarkan kekerasan menghancurkan kemajuan daerah kita," katanya.
Selain itu dia juga menegaskan bahwa orang Papua ini sudah sedikit, jadi kam jangan baku bunuh. "Saya sudah pastikan semua ke pihak Suku Yali dan Suku Lany tapi faktanya, yang terlibat itu hanya oknum yang mengatasnamakan Suku saja, jadi saya tegaskan masyarakat semua jangan terprovokasi," ungkapnya.
Imbauan ini disambut dengan serius oleh warga Jayawijaya. Banyak warga yang berharap agar konflik ini dapat diselesaikan dengan damai dan tidak terulang lagi.
"Kami berharap agar Pemerintah dapat menyelesaikan konflik ini dengan cepat dan adil. Kami ingin hidup damai dan sejahtera," ujar salah satu warga Jayawijaya, Ibrahim Kosay.
Dengan imbauan ini, diharapkan warga Jayawijaya dapat tetap tenang dan menjaga keamanan di daerah mereka, serta mendukung upaya pemerintah dalam menyelesaikan konflik ini dengan damai. (VIN/MM)