Jayawijaya Siap Eliminasi Malaria 2024

WAMENA - Berdasarkan data tahun 2018 kabupaten Jayawijaya berhasil menurunkan angka beban malaria pada posisi 4 per 1000 penduduk. Dengan posisi tersebut Jayawijaya berada pada stratifikasi kuning sehingga satu atau dua tahun lagi dipastikan masuk dalam stratifikasi hijau yang artinya beban malaria sudah berada dibawah atau kurang dari 1 per seribu penduduk.

Hal ini diungkapkan dr.Beeri S.Wopari M.Kes selaku Kepala Balai Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS, TBC dan Malaria, Dinas Kesehatan Provinsi Papua pada kegiatan Pengembangan dan Pemantapan Malaria Center di Jayawijaya yang berlangsung di Hotel Grand Sartika Wamena, Rabu (10/07/2019).

"Sekarang kita sudah bisa melihat hasil dimana pada saat ini posisi analog parasit insiden atau angka beban malaria kabupaten Jayawijaya sudah berada pada posisi 4 per 1000 penduduk yang mana sebelumnya lebih dari itu," ungkap Berri.

Sebelumnya, dinas kesehatan provinsi Papua dan kementerian kesehatan telah mensetup pusat koordinasi pengendalian malaria di Jayawijaya yang disebut Malaria Center.

Sehingga dengan sertifikasi tersebut menurut Beeri dapat mengartikan bahwa Jayawijaya bisa disiapkan untuk masuk dalam eliminasi Malaria Indonesia. "Jadi Jayawijaya berada pada posisi pra eliminasi. Sehingga untuk mempertahankan pra eliminasi hingga nanti masuk ke eliminasi diperlukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya terpadu seperti pengendalian malaria secara terpadu," jelasnya.

Tambahnya, meskipun tinggal selangkah lagi menuju eliminasi namun justru dengan posisi sekarang dibutuhkan daya upaya yang maksimal.

 

Oleh sebab itu dilakukan pendampingan untuk semua OPD, sehingga Jayawijaya bisa maju ke eleminasi. Sehingga nanti pada saatnya bisa meregistrasi kemenkes untuk masuk dalam kabupaten yang layak diberikan stratifikasi eliminasi.

Secara keseluruhan untuk Papua beban kasus malaria berada pada posisi 35 per 1000 penduduk, dalam arti masih sangat tinggi dan berada distratifikasi merah, Sehingga memerlukan kerja keras semua stackholder  "Artinya provinsi membawahi semua kabupaten sehingga semua kabupaten harus melakukan upaya-upaya pengendalian malaria dan salah satunya yang sudah dilakukan kabupaten Jayawijaya, dan kabupaten lainnya yang akan menyusul seperti Biak Numfor, Supiori dan juga kabupaten lainnya," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten I Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.AP saat membuka kegiatan tersebut berharap di tahun 2024 nanti Jayawijaya sudah eliminasi malaria.

"Harapan kita melalui kegiatan ini bisa memberikan pencerahan kepada seluruh stekholder terkait untuk bisa membantu dinas kesehatan dalam rangka pengembangan step yang ada maupun memberikan sosialisasi kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan pokok kita masing-masing," jelas Tinggal. Sehingga dirinya berharap trend malaria pada tahun 2020 sedikit demi sedikit bisa diakukan secara baik. (Vin/Rs)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top