Targetkan Eliminasi Malaria pada 2027, Dinkes Jayawijaya Gelar Pelatihan Tata Laksana Malaria
WAMENA - Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya menggelar Pelatihan Tata Laksana Malaria bagi Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada 5-9 Oktober 2026 di Wamena. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menangani malaria sebagai bagian dari upaya mencapai eliminasi malaria di Kabupaten Jayawijaya pada 2027.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rudi Aibesa, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga kesehatan dalam mendukung target eliminasi malaria. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan yang menargetkan eliminasi malaria secara nasional pada 2030.

Para peserta mengikuti Pelatihan Tata Laksana Malaria bagi Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya di Wamena, 5-9 Oktober 2026.
Foto : Fransiska Endama
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas dokter, perawat, dan apoteker dari puskesmas serta klinik. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam tata laksana malaria, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menekan angka kasus di Kabupaten Jayawijaya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, hingga 3 Oktober 2026 tercatat sebanyak 1.103 kasus malaria di wilayah tersebut. Rudi menjelaskan bahwa sebagian besar kasus yang ditemukan merupakan kasus impor, yaitu kasus yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rudi Aibesa, S.KM., M.Kes., bersama para peserta berfoto bersama usai kegiatan Pelatihan Tata Laksana Malaria bagi Tenaga Medis di Wamena, 9 Oktober 2026.
Foto : Fransiska Endama
Selain meningkatkan kemampuan tenaga medis, upaya eliminasi malaria juga memerlukan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan penularan. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, membersihkan halaman rumah, memangkas rumput yang terlalu tinggi, serta memastikan lingkungan di dalam dan sekitar rumah tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya berharap tenaga medis di puskesmas dan klinik dapat memperkuat upaya pencegahan, pemeriksaan, dan penanganan malaria. Sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan eliminasi malaria di Kabupaten Jayawijaya pada 2027. (Fransiska Endama/Martina Matuan)