Pemda Jayawijaya Mulai Mitigasi Karhutla, Warga Dihimbau Tidak Lakukan Pembakaran Lahan
WAMENA - Menghadapi kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Jayawijaya, pemerintah daerah kabupaten Jayawijaya mulai melakukan langkah mitigasi terkait situasi yang terjadi melalui perwakilan pemerintah di tingkat distrik dan kampung.

Tinggal Wusono, Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya
Foto : Vina Rumbewas
Tidak hanya itu, pemerintah juga terus memperbarui informasi perubahan situasi dan kondisi cuaca yang terjadi melalui BMKG.
“Pemerintah daerah selalu melakukan update perubahan situasi dan kondisi cuaca bersama BMKG, dan sekarang kami sedang melakukan mitigasi terkait kondisi dan situasi yang terjadi menyangkut pembakaran hutan dan lahan di masyarakat, melalui kepala distrik dan kepala kampung yang ada di seluruh distrik di kabupaten ini,” ungkap Plt. Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono, saat diwawancarai disela-sela moment perayaan Maulid Nabi di Wamena Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (25/8/2026).

Kebakaran hutan di pegunungan sekitar Distrik Wadangku Kabupaten Jayawijaya.
Foto : Media Sosial
Guna mencegah meluasnya kebakaran lahan, pemerintah daerah menghimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, termasuk untuk membuka ladang atau kebun.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apapun dalam pembukaan ladang mereka,” tegasnya.
Pemerintah daerah Jayawijaya sendiri pada April lalu telah mengeluarkan Edaran Bupati Nomor : 100.3.4/1364/BUP terkait Larangan Pembakaran Lahan dan Hutan.
Para kepala distrik dan kepala kampung serta para lurah juga telah diminta untuk mensosialisasikan larangan ini kepada seluruh masyarakat di wilayah masing-masing, dan melakukan pemantauan.

Warga saat berupaya memadamkan api yang mulai membakar lahan kering di Kabupaten Jayawijaya
Foto : Media Sosial
Berdasarkan data resmi BMKG, terungkap bahwa bahwa wilayah kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya saat ini memasuki musim kemarau dengan potensi cuaca kering ekstrem, suhu tinggi dengan curah hujan sangat rendah, dampak dari Elnino beberapa bulan ke depan. Kondisi ini meningkatkan resiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap, gangguan kesehatan, dan kerugian lingkungan dan ekonomi. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)