5 Poin Utama Rapat Evaluasi Konflik Sosial yang disampaikan Bupati Jayawijaya
Wamena — Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan bahwa situasi dan kondisi pasca konflik sosial perang suku di Kabupaten Jayawijaya mulai berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan normal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi terhadap situasi dan kondisi penanganan konflik sosial perang suku di Kabupaten Jayawijaya yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, LO Polda Papua Pegunungan Andi Enock, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep, LO Kabinda Papua Pegunungan Edwin Silalahi, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu, perwakilan Kapolres Jayawijaya Edy F. Sabara selaku Kabag Ops, Kapolres Lanny Jaya AKBP F.D. Tamaela, serta seluruh unsur Forkopimda Papua Pegunungan.

Bupati Jayawijaya Saat memaparkan 5 poin utama dalam Penanganan Konflik Sosial di Rapat Evaluasi.
Foto : Fransiska Endama
Dalam penyampaiannya, Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa perang suku yang sebelumnya terjadi telah berhasil dihentikan dan tidak lagi berlanjut.
“Puji Tuhan, situasi saat ini mulai kondusif dan aktivitas masyarakat sudah mulai kembali berjalan normal,” ujar Bupati Jayawijaya dalam rapat tersebut.
Adapun beberapa poin utama yang disampaikan Bupati Jayawijaya dalam rapat evaluasi tersebut, yakni:
1. Penghentian Perang Suku, Pemerintah memastikan konflik sosial perang suku telah dihentikan dan tidak lagi berlanjut. Penghentian tersebut disaksikan oleh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan LMA.
2. Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana, Pemerintah daerah bersama TNI-Polri telah membentuk Satgas Penanggulangan Bencana guna menangani dampak konflik dan bencana di wilayah terdampak. Satgas melibatkan Polri, Dandim, dan jajaran terkait.
3. Pencarian Korban dan Inventarisasi Pasca Konflik, Proses pencarian korban berlangsung selama 14 hari dan berhasil menemukan 26 korban. Selain itu, pemerintah bersama PMI dan tim terkait terus melakukan inventarisasi, rehabilitasi, serta penyisiran wilayah terdampak.
4. Pemulihan dan Penanganan Masyarakat Terdampak, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya bersama jajaran telah turun langsung menemui masyarakat terdampak di wilayah Lanny Jaya dan Jayawijaya. Sebagian warga dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing dan bantuan kemanusiaan terus disalurkan.
5. Perbaikan Infrastruktur dan Pemulihan Trauma, Pemerintah mengakui bahwa perbaikan jalan masih belum terlaksana secara maksimal dan membutuhkan koordinasi lebih lanjut. Selain itu, masyarakat masih mengalami trauma mendalam akibat konflik sehingga rehabilitasi sosial dan rekonsiliasi terus menjadi perhatian utama pemerintah.
Bupati Atenius Murip menambahkan bahwa masa penanganan pasca konflik ditetapkan selama 30 hari. Oleh sebab itu, pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan langkah rehabilitasi, pemulihan psikologis masyarakat, serta memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga di Kabupaten Jayawijaya. (Agris/Martina)