Cegah Konflik Dua Kelompok Massa Dalam Pencarian 26 Korban, Pemkab Salurkan Bantuan Pangan
WAMENA - Guna mencegahan bentrokan antara dua kelompok massa dalam upaya pencarian 26 korban yang hingga kini belum ditemukan di kali Uwe, Pemkab Jayawijaya menyalurkan bantuan pangan kepada kepada kelompok dari Lanny dan Kurima sekaligus memberikan imbauwan kepada mereka agar bisa menahan diri dan tak saling memprovokasi.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP menyebutkan baru saja dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah daerah kepada keluarga keluarga dari Lanny Jaya sebanyak 1,5 Ton, bersama Mie Instan, begitu juga dengan keluarga dari Kurima. Ini dilakukan agar dalam upaya pencarian terhadap 26 korban oleh kelompok masyarakat Lanny Jaya tidak berujung pada bentrokan.
"Dalam penyaluran bantuan ini kami imbau kepada masyarakat dari Kurima yang ada di wilayah Distrik Wouma agar memberikan kesempatan kepada keluarga dari Lanny Jaya untuk mencari 26 keluarganya yang hayut sepanjang kali Uwe hingga ke muara kali Baliem," ungkapnya di Wamena. Senin (11/5/2026).

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere. S.IP.,M.KP di dampingi Asisten II Setda Jayawijaya Lekius Yikwa, S.IP dan sejumlah Anggoyta DPRK dan Kepala Distrik Wouma saat menyerahkan Bantuan pangan Kelompok Masyarakat Kurima di Kampung Ketimafit Distrik Wouma. Senin (11/5/2026).
Foto : Denny Alvino
Menurutnya, Dalam beberapa hari kedepan, LMA Kabupaten Lanny Jaya meminta untuk melakukan pencarian kepada para korban, namun dalam upaya tersebut warga dari Lanny Jaya jangan membuat gerakan tambahan atau provokasi yang bisa memicu bentrokan fisik kembali terjadi dengan warga dari Kurima di Wouma.
"Kami meminta kepada masyarakat Lanny juga kalau melakukan pencrian terhadap para korban, jangan membuat gerakan tambahan atau sengaja memancing situasi sehingga menyulut emosi dari warga dari Kurima yang ada di Wouma," jelas Wakil Bupati
Pemerintah juga menekankan secara umum tidak menghendaki terjadinya perang suku di wilayah ini, sebab dampak dari masalah ini dirasakan oleh masyarakat umum di Jayawijaya, banyak yang dirugikan dari aksi seperti ini, seperti pasar tak beraktifitas dan beberapa sekolah yang ada di wilayah itu harus diliburkan sementara.
"Perlu dilihat ada hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah harus terhenti, aktifitas ekonomi di pasar Wouma juga terhenti seketika, Jayawijaya sebagai Ibukota Papua Pegunungan tentunya menjadi pusat pemerintahan sehingga masalah ini harus diselesaikan dengan damai," beber Wabub Jayawiaya.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere.S.IP.,M.KP saat memberikan bantuan pangan kepada kelompok Masyarakat dari Lanny Jaya di wilayah Kelurahan Sinakma Distrik Wamena Kota. Senin (11/5/2026)
Foto : Denny Alvino
Sementara itu dari kelompok kurima sudah memberikan signal yang baik untuk mereka menahan diri selama proses pencarian para korban di Kali Uwe hingga ke muara kali baliem, namun syaratnya perlu ada tambahan anggota yang mengamankan di wilayah pemukiman mereka yang tak jauh dari kali uwe, sebab mereka khawatir jangan sampai dalam upaya pencarian itu ada penyerangan.
"Kami tetap akan menahan diri dalam upaya pencarian korban, namun kami butuh pengamanan untuk mengantisipasi bilamana ada penyerangan secara tiba-tiba," tegas salah satu warga kurima pada Wakil Bupati Jayawijaya saat menyerahkan bantuan di Wouma. (Denny Alvino/Martina Matuan)