Soroti Aktivitas di Menara Salib, Wabup Jayawijaya Kritik Satpol PP dan Pol Baliem
WAMENA - Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, secara tegas mengingatkan para Polisi Baliem untuk tidak main-main dengan kedisiplinan.
Hal ini disampaikannya setelah mengamati kinerja Satpol PP dan Polisi Baliem yang menurutnya kurang maksimal dalam menertibkan aktivitas warga di seputaran menara salib.
“Ini sudah beberapa kali kami minta untuk Satpol dan Polisi Baliem, jangan tunggu perintah tapi itu bagian dari tanggungjawab untuk lakukan patroli rutin, karena masih ada yang menjual minuman-minuman lain di sini. Jangan ada yang jualan di depan sini (menara salib), satpol tolong perhatikan ini,” kata Wabup Jayawijaya Ronny Elopere saat memimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (30/3/2026).

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere saat memimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (30/3/2026).
Foto : Istimewa
Ia bahkan mengancam akan merumahkan para oknum Polisi Baliem yang kedapatan bolos kerja lebih dari seminggu.
“Polisi Baliem yang malas-malas akan diganti, kalau sudah tidak kerja selama 1 minggu lebih maka diganti, jadi ada ganjaran jangan kamu seenaknya saja. Tolong tertibkan pedagang-pedagang di depan menara salib ini,” ungkapnya.
Ancaman ini dilontarkannya setelah kembali menyoroti berbagai aktivitas warga di seputar taman menara salib yang menurutnya cukup mengganggu ketertiban, karena berdasarkan laporan yang diperoleh area taman tersebut sering digunakan oknum-oknum anak muda untuk melakukan hal-hal negative seperti miras dan melakukan transaksi narkoba.
“Kami sudah minta agar taman didepan ini dibersihkan tidak boleh ada yang jual minuman, pacaran atau ganja di menara salib,” tuturnya.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Baliem saat mengikuti Apel Pagi yang dipimpin Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (30/3/2026).
Foto : Istimewa
Ia kembali mengingatkan bahwa ketertiban Kota Wamena bukan saja menjadi tanggungjawab Bupati ataupun Wakil Bupati, melainkan menjadi tanggung jawab bersama baik ASN maupun masyarakat.
“Kedamaian kota Wamena merupakan tanggungjawab semua bukan hanya bupati atau wakil bupati, tapi semua staf atau ASN. Kalau ada agen-agen minuman tolong dilaporkan, karena semua kejahatan terjadi karena mabuk,”pungkasnya. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)