Dinas Pendidikan Bangun SD Penyangga Di Kampung Aipokma

WAMENA  - Curah hujan yang semakin meningkat akhir-akhir ini mengakibatkan banjir disejumlah daerah yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Di Distrik Yalengga luapan banjir yang sangat deras itu mengakibatkan jembatan penghubung dan jalan dari rumah ke sekolah terputus.

Akibatnya sejumlah siswa kelas 1,2 dan 3 SD Yalengga tidak dapat sekolah. Hal itu diantisipasi dengan cepat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya selaku instansi teknis dengan membangun SD Penyangga di Kampung Aipokma, Distrik Yalengga dengan tujuan supaya siswa dapat melaksanakan aktifitasnya seperti biasa.

“Ini salah satu langkah yang tepat supaya siswa SD bisa sekolah kembali seperti biasa,” tegas Bupati Banua dalam kunjungan kerjanya di kampung Aipokma Jumat (11/1).

“Jika hujan deras, anak-anak kelas 1,2 dan 3 tidak bisa menyeberangi Sungai Baliem yang deras, dan untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa pihak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan membangun SD Penyangga di kampung Aipokma ini,” ujarnya.

"Menurutnya setelah duduk di kelas empat, siswa SD bisa pindah ke sekolah induk yang ada di Distrik Holasili atau Distrik Yalengga didukung dengan menempatkan guru sebagai tenaga pengajar secara permanen di SD penyangga Aipokma yang sudah terkoneksi dengan SD induk di Holasili dan Yalengga.

"Sesuai visi dan misi saya bersama Wakil Bupati, pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. “Dinas pendidikan harus menempatkan guru sebagai tenaga pengajar, jangan membangun bangunan fisik saja tapi tidak ada gurunya," katanya.

Bupati menyarankan dinas pendidikan untuk memanfaatkan para sarjana yang merupakan penduduk setempat menjadi guru, sehingga pemerintah tidak lagimembuat rumah guru karena mereka merupakan masyarakat setempat yang sudah memiliki rumah.

Kepala Distrik Yalengga Simon Kenelak dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah,yang telah membangun SD bagi warga masyarakatnya.

"Dengan adanya SD Penyangga ini, warganya terutama anak usia 6-9 tahun bisa sekolah kembali seperti biasa. “Dengan dibangunnya SD penyangga ini sudah ada 3 sekolah yang ada di wilayahnya dan pihaknya telah menginstruksikan kepala kampung untuk tetap memberikan dana pendidikan bagi masyarakat," pungkasnya. (Vin/JK)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top