Bupati Wetipo Secara Resmi Lepas Pawai Karnaval Budaya Nusantara

WAMENA (HPP) – Karnaval Budaya Nusantara merupakan salah satu rangkaian dari event pariwisata Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 28 yang digelar setiap tahun dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017 tingkat Kabupaten Jayawijaya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama generasi muda yang sangat antusias mengikuti karnaval ini,” kata Bupati Wetipo mengawali sambutannya. “Sungguh luar biasa minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara di wilayah pegunungan tengah ini. “Saya senang, bangga atas partisipasi generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara ini,” kata Wempi mantap.

Menurutnya karnaval budaya nusantara kali ini selain menampilkan budaya asli orang Pegunungan Tengah, juga menampilkan keragaman budaya dari berbagai etnis Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, Maluku, Sulawesi dan etnis lainnya. ‘Ini menunjukkan bahwa orang yang tinggal di Kabupaten Jayawijaya dari berbagai etnis suku bangsa itu hidup rukun, damai dan tenteram seperti yang diharapkan semua pihak,” katanya.

Terinspirasi dari semangat generasi muda yang berpartisipasi dalam karnaval kali ini, dimasa akhir kepemimpinannya di tahun 2018 mendatang seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur pimpinan daerah diajak untuk menggunakan busana daerah khususnya koteka. “Seluruh pimpinan OPD pada acara karnaval seperti ini ditahun 2018 mendatang wajib menggunakan busana daerah tanpa terkecuali termasuk wartawan,” tegas Bupati Wempi.

“Kalau tidak bisa menggunakan koteka bisa memakai celana dengan menghiasi seluruh badan dengan nuansa daerah Lembah Baliem. Ini juga berlaku untuk upacara kenegaraan penaikan dan penurunan bendera pada tanggal 17 Agustus 2018 mendatang,” ujarnya.

Untuk diketahui pawai karnaval yang berlangsung di Jalan Yos Sudarso depan kantor Bupati dilepas oleh Bupati Wempi ditandai dengan pengibaran bendera start yang diawali dengan grup drumband dari SMP N 2 Wamena Jumat (11/8). Peserta karnaval diikuti oleh anak-anak TK, SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi, paguyuban, organisasi kemasyarakatan dan warga masyarakat umum yang mencapai 3.000 orang.

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top