Injil Masuk Di Lembah Baliem Sebagai Anugerah Tuhan

Wamena - Moment masuknya Injil 20 April 1954 adalah sebuah moment yang sangat bersejarah bagi peradaban hidup orang Dani, masuknya para hamba Tuhan di Minimo telah menempatkan dan mengantarkan orang Dani dan seluruh pegunungan dari suatu peradaban kegelapan kepada peradaban terang kristus yang ajaib.

Demikian sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH.MH saat mengikuti Ibadah Perayaan 61 Tahun Injil Injil masuk diI Lembah Baliem di Gedung Ukumiarek Asso, yang diikuti Para Pimpinan Gereja dari 15 dedominasi Gereja, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat Jayawijaya. Selasa (20/4)
Lebih jauh Wempi mengatakan, Kalau hari ini kita menikmati perayaan Hut 61 Tahun masuknya injil di daerah ini, hal itu adalah anugerah Tuhan, saya tidak bisa membayangkan 61 tahun waktu lampau itu seperti apa kondisi rilnya dan seperti apa sulitnya. Namun injil yang membawa kita keluar dari kegelapan kepada terang.
Walaupun kita berada dalam dalam bahaya besar apapun namun jika kita tetap masih hidup itu tandanya Tuhan masih memberikan kita tugas karena pekerjaannya belum tuntas didunia ini , Tuhan ingin supaya kita terus berkarya bersama kristus dalam ladang pelayanan Tuhan.
Kita jangan takut kepada kematian, kalau Tuhan masih memakai kita untuk berkarya meneruskan Injil demi kemuliaan Tuhan pasti Tuhan juga menjaga kehidupan kita. Wamena adalah jantung Papua, kalau kita bangun Wamena dengan benar maka Papua akan menjadi berkat bagi orang lain.
Diharapkan supaya semua  pengurus PGGJ dan semua dedominasi gereja di Kota Wamena untuk lebih aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan gerejawi secara oukumene sehingga aka n ada rasa saling mengasihi diantara jemaat Tuhan di Kota ini.
Bupati juga meminta kepada Gereja-gereja untuk membina umat secara baik, karena saat ini banyak anak-anak Tuhan yang melakukan hal-hal yang tidak memuliakan Tuhan.seperti minum minuman beralkohol, prostitusi, pencurian. kepada aviasi dan LSM untuk terus mendukung gereja dan pemerintah dalam pelayanan publik
Ketua PGGJ (Persatuan Gereja-gereja di Jayawijaya Pdt. Abraham Ungirwalu S.Th mengatakan Pemerintah dan gereja perlu saling mendukung menjadi mitra penting dalam membangun daerah ini, karena sebelum ada pemerintah Injil lebih awal masuk di daerah ini
Dengan momentum Hut Pekabaran Injil ke-61 Tahun  diharapkan  semua gereja-gereja di daerah ini untuk bersatu  mendukung pelayanan pekerjaan Tuhan dan juga pemerintah daerah untuk bersama-sama bergandengan tangan dan jangan ada gap-gap, dengan demikian pekerjaan Tuhan dapat  diwujudnyatakan dan Wamena menjadi kemuliaan Tuhan
Harapan PGGJ  supaya dengan sejarah pekabaran Injil ini kedepannya harus menjadi hari yang istimewa hari fakultatif atau hari libur, hal ini untuk menghormati para penginjil dan hari bersejarah bagi umat Kristen dikota Wamena dan wilayah pegunungan
Usai kegiatan Ibadah Hit ke-61 dilakukan pemotongan kue Ulang Tahun sebagai bentuk solidaritas kebersamaan, Pemotongan Kue tersebut kemudian dibagi kepada 15  ketua-ketua dedominasi gereja.(Humas Jayawijaya)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top