Ubi Jalar Makanan Pokok Masyarakat Jayawijaya Yang Sakral

Wamena – Untuk mencapai target swa sembada pangan di Kabupaten Jayawijaya, dinas Pertaanian Pangan dan Perkebunan selaku instansi teknis terus berupaya maksimal meningkatkan kinerjanya dalam mengembangkan ubi jalar sebagai makanan pokok. Tumbuhan yang tergolong dalam umbi-umbian ini oleh masyarakat Jayawijaya memiliki nilai sakral yang tinggi.

“Tidak hanya sebagai makanan pokok dan memiliki nilai jual tinggi, namun ubi jalar menjadi makanan yang memiliki nilai religius,” tegas Ir. Randolf Mustamu ketika melakukan penanaman perdana tanaman ubi jalar dalam rangka ketahanan pangan nasional di Kampung Megapura yang dihadiri Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal Fransen Siahaan, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH, Muspida dan undangan lainnya di kampung Megapura Senin (9/3).
“Nilai sakral itu lanjut Randolf, disebabkan karena ubi jalar selalu menjadi hidangan utama dalam setiap acara resmi maupun adat yang dilakukan oleh masyarakat Jayawijaya. Sedangkan jagung, kedelai dan lainnya menjadi makanan sambilan,” ujarnya.
“Penanaman ubi jalar untuk memenuhi ketahanan pangan nasional dan daerah seluas 5 Ha dan juga untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, merupakan langkah positip yang diambil Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya selain tanaman ubi jalar yang sudah dikenal secara turun menurun oleh masyarakat Jayawijaya juga komoditi padi, jagung, kedelai dan kopi akan dikembangkan secara profesional oleh petani yang didampingi oleh petugas pertanian lapangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“Program ketahanan pangan secara nasional atas kerja sama Kementerian pertanian dengan mabes TNI AD, ditindak lanjuti di daerah dengan kerja sama oleh Kodim dengan Dinas Pertanian Tanaman pangan dan perkebunan melibatkan babinsa dan penyuluh pertanian. “Lahan tidur akan dimanfaatkan sebagai lahan produksi pertanian,” ujar Randolf.
“Dengan kehadiran Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang merupakan kepanjangan tangan dari Kodim 1702 Jayawijaya, bisa memotivasi masyarakat untuk bekerja sama dan bergotong royong mengembangkan potensi tanaman pangan yang ada,” ujarnya.
“Tanah yang subur di Lembah Agung Jayawijaya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat, karena tanaman yang dihasilkan masih organik dan tidak menggunakan pupuk kimia,” ujarnya.
Sementara itu Pangdam XVII Cendrawasih Mayor Jenderal Fransen Siahaan mengatakan  kegiatan yang dilaksanakan kali ini adalah program pemerintah pusat dalam upayameningkatkan produksi atau swasembada pangan lokal.
Perjanjian kerja sama atau MoU antara kementerian pertanian dengan Mabes TNI-AD selama 3 tahun kedepan bertujuan untuk memenuhi swasembada pangan lokal disetiap daerah, agar tidak lagi sebagai negara pengimpor pangan,” ujar Pangdam.
Untuk diketahui usai penanaman ubin jalar dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman dan alat-alat pertanian oleh Pangdam, Bupati Jayawijaya dan unsur muspida kepada para petani Megapura.

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top