Kantor Distrik Itlay Hisage Dipalang

 WAMENA –Perjalanan karier pejabat baru Kepala Distrik Itlay Hisage Aser Hisage S.IP yang dilantik oleh Bupati Jayawijaya Senin (23/2) di Gedung Ukumearek Asso nampaknya belum berjalan mulus. Sehari setelah dilantik oleh orang nomer 1 di Jayawijaya itu justru disikapi dengan penolakan oleh Forum Rakyat Distrik Itlay Hisage dengan melakukan pemalangan kantor distrik setempat. Bahkan aksi pemalangan kantor distrik itu ditindak lanjuti dengan melakukan aksi demo damai di halaman kantor Bupati Jayawijaya.

“Kami menginginkan kepala distrik yang memimpin Distrik Itlay Hisage juga berasal dari distrik Itlay Hisage, bukan dari distrik lain atau daerah lain,” ujar salah seorang pendemo dalam orasinya. “Hal itu bertujuan untuk memberdayakan orang Distrik Itlay Hisage yang telah memiliki ikatan intelektual untuk memimpin rakyatnya,” ujarnya lagi.
 Dalam orasinya yang lain dikatakan mereka sangat menudukung program pemerintah Kabupaten Jayawijaya sesuai undang-undang otonomi khusus nomor 21 tahun 2001 untuk memberdayakan anak daerah mengatur daerahnya sendiri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si yang menemui pendemo menilai bahwa penunjukkan Aser Hisage S.IP sebagai Kepala Distrik Itlay Hisage adalah keputusan terbaik yang diambil oleh pimpinan untuk kemajuan pembangunan daerah dan harus diikuti oleh semua pihak.”Pimpinan melihat dan menilai ybs dipandang cakap untuk melaksanakan tugas tersebut,” tegas Sekda Walilo dihadapan pendemo. 
Lanjut Walilo, kebijakan yang diambil pemerintah semata-mata untuk kebaikan semua rakyat dan tidak membeda-bedakan suku atau latar belakang seseorang untuk ditempatkan menjadi pemimpin, kalau memenuhi syarat dan aturan yang sudah ditetapkan maka hal itu menjadi keputusan yang sah demi kemajuan pembangunan daerah.
Menurutnya jabatan kepala Distrik adalah jabatan struktural yang sewaktu-waktu bisa digantikan oleh orang lain, oleh karenanya warga masyarakat diminta untuk memberi kesempatan kepada pejabat yang baru untuk menata distriknya.
“Penempatan pejabat dan kepala distrik sudah sesuai dengan rapat Baperjagat dikaji berulang-ulang dan sangat teliti untuk menempatkan orang diposisi-posisi tertentu.”Penempatan itu bukan karena kepentingan politiki atau keinginan para pejabat  namun semua itu sudah sesuai dengan mekanisme aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Sekda Walilo akhirnya para pendemo membubarkan diri dengan tertib yang disudahi dengan memberikan aspirasinya kepada Sekda Walilo untuk menjadi bahan koordinasi dengan Bupati Jayawijaya.
 

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top