Roh Kudus Sebagai Motivator Penginjilan Ottow Dan Geissler Di Papua

Wamena – Rohul kudus memotivasi kepada Ottow dan Geisler untuk membawa Injil ke Tanah Papua guna membebaskan orang Papua dari alam kesesatan ke alam terang benderang. Berkat perjuangan mereka, umat Kristiani di tanah Papua saat ini semakin kuat dalam kebersamaan serta memupuk rasa nasionalisme kebangsaan diwilayah NKRI. Hal itu ditegaskan Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si pada acara doa bersama pekabaran Injil Mansinam di gedung Ukumiarek Asso Kamis (12/2).

“Peringatan 160 tahun pekabaran Injil oleh umat Kristiani di tanah Papua merupakan manifestasi “kasih” yang diajarkan Yesus dalam setiap menyampaikan ajarannya. “Melalui kasih dan persaudaraan semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Walilo bijak.
Menurutnya masuknya Injil di Pulau Mansinam pada 5 Pebruari 1855 merupakan momentum bersejarah bagi umat Kristiani mengenal Tuhan. Prosesi itu berjalan seiring berputarnya waktu, para zendelling yang memiliki kerinduan besar disertai kesetiaan kerja untuk membangun orang Papua, terus berupaya menjadikan mereka sebagai manusia yang bersatu dalam persekutuan gereja di atas tanah yang dibabtis den gan Injl.
“Pada akhirnya umat Kristiani dapat mengenal Tuhannya secara bulat dan utuh dan tidak ada keraguan lagi bagi umat Kristiani untuk menjalankan ibadah secara sempurna,” ujarnya.
Hal yang tidak kalah pentingnya lanjut Walilo, Injil memiliki kuasa yang besar menembus segala dinding penghalang, ia bersifat dinamis ibarat air sungai yang terus mengalir tanpa batasnya, Mansinam sebagai pusat dari api Injil Kristus, Mansinam menabur benih-benih kebajikan diseluruh tempat di Papua.
“Hut pekabaran Injil di tanah Papua yang dilaksanakan setiap tahun, bukanlah sesuatu peringatan yang bersifat rutinitas atau seremonial semata, tetapi dijadikan sebagai pengungkapan rasa syukur, karena Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan memampukan bagi umatNya untuk menerima keselamatan,” ujarnya.
“Khusus di daerah Pegunungan, masuknya Injil banyak menuai hambatan, tantangan dan rintangan baik moril maupun materil. “Banyak hamba Tuhan atau missionaris yang mati, namun Injil tetap ada sampai saat ini dan tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang Papua ikut bertanggungjawab terhadap tugas Injil itu,” ujarnya.
“Banyak orang Papua yang membuat pelanggaran, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, judi, korupsi, bahkan banyak pula yang menimbulkan berbagai penyakit menular seksual HIV/AIDS. “Semua itu sebagai penghambat berkembangnya ajaran Injil itu sendiri dan perbuatan negatif itu dinilai sebagai penghinaan terhadap Injil Kristus,” katanya.
“Sekda Walilo mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat Jayawijaya  untuk memperbaiki diri dari hal-hal yang bertentangan dengn tujuan Injil, segera bertobat untuk menyongsong hari esok yang lebih baik melalui penginjilan,” tandasnya.

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top