Pasca Pencoblosan, Situasi Wilkum Polres Jayawijaya Kondusif

     Wamena -  Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di empat wilayah hukum (Wilkum) Polres Jayawijaya pasca pencoblosan pemilihan legislatif  yang berlangsung  9 April 2014, aman kondusif. Hal itu diungkapkan Kapolres Jayawijaya AKBP Adolf Beay kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (10/4/2014).

“Sampai hari ini, hal-hal yang menonjol belum ada, kita berharap situasi seperti ini tetap terjaga sampai pada perhitungan dan penetapan oleh KPU,”ujar Kapolres.
Kendati demikian kata Kapolres, selama proses pencoblosan pihaknya mendapat laporan adanya keributan baik di internal partai maupun di PPS, namun hal tersebut dapat diatasi, sehingga proses pelaksanaan pemilihan legislatif  tetap berjalan hingga pada perhitungan surat suara.
Selain itu lanjut Kapolres, pihaknya juga mendapatkan laporan adanya pelanggaran-pelanggaran pemilu yang mengarah pada tindak pidana, salah satunya pencoblosan di TPS 15 Gang Nirwana Kelurahan Wamena Kota Distrik Wamena Kota.
“Kami menerima laporan kalau di TPS 15, KPPS mencoblos kertas surat suara sebanyak 341, dari hasil koordinasi  KPU dan Panwas, surat suara yang dicoblos sudah diganti, sehingga proses pemilihan kembali dilaksanakan,”imbuhnya.
Langkah yang dilakukan jika ada laporan pelanggaran, Kapolres menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kalau laporannya tidak lewat dari lima setelah kejadian, kami akan proses sesuai hukum,”tandasnya.
Kapolres menambahkan, dari hasil pantauan dari 4 kabupaten yang masuk wilkum Polres Jayawijaya, masih terdapat daerah yang tidak melaksanakan pencoblosan tanggal 9 April 2014, hal ini dikarenakan keterlambatan logistik yang disebabkan faktor cuaca.
“Di Kabupaten Nduga dua distrik yaitu Wutpaga dan Nenggeyagin baru hari ini (10/4/2014) melaksanakan pencoblosan, karena pesawat yang membawa logistik baru masuk,  dimana di Distrik Wutpaga terdapat 10 TPS dan Distrik Nenggeyagin 13 TPS dengan jumlah DPT secara keseluruh lebih 10 ribu,“ujarnya.
Sementara di Kabupaten Mamberamo Tengah, kata Kapolres, pelaksanaan pencoblosan sempat tertunda, dikarenakan adanya permasalahan kertas surat suara PPD jatuh di jalan.
“Ada laporan kalau PPD menerima kertas surat suara palsu, tetapi setelah koordinasi dengan KPU, surat suara tidak palsu karena memang modelnya seperti itu, sehingga untuk mengantisipasi situasi, Wakapolres Jayawijaya dan tim khusus sudah berangkat ke Mamberamo Tengah,”tandasnya.  (hpp)

sumber: http://harianpagipapua.com

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top