Trigana Tambah 1 Armada Khusus Penumpang

 

 

 

WAMENA – PT Trigana sebagai salah satu armada angkutan udara yang melayani wilayah Pegunungan Tengah Papua, terus berupaya meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.
Salah satu yang dilakukan PT Trigana yaitu, dengan menambah armada pesawat penumpang jenis Boeing 737-200, yang pertama kalinya mendarat di Bandar Udara Wamena, Minggu (27/10/2013).
Manajer PT Trigana Wamena, Mikael Biduri mengatakan, dengan penambahan armada pesawat penumpang tersebut, merupakan komitmen trigana untuk melayani masyarakat Jayawijaya dan Pegunungan Tengah pada umumnya.


“Kalau ada yang bertanya apakah dengan adanya pesawat Boeing ini maka masalah selesai, saya rasa tidak. Karena perkembangan kabupaten pemekaran semakin pesat dan berdasarkan data yang ada, jumlah penumpang yang harus diangkut jauh melebihi dari armada yang tersedia,” jelasnya kepada wartawan.
Dikatakannya, dengan adanya pesawat jenis Boeing tersebut maka saat ini ada 2 armada yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Walaupun begitu menurutnya, jumlah tersebut masih kurang.
“Dengan beroperasinya Boeing seri 200 ini adalah solusi jangka pendek, karena kemajuan kabupaten ini sangat luar biasa arus penumpang melebihi kapasitas angkut kami. Kami pernah melakukan pertemuan dengan DPRD dan kami dihimbau untuk menekan harga tiket termasuk banyaknya calo yang dikatakan menjual tiket jauh diharga normal, solusinya adalah dengan menambah armada,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, pesawat ATR seri 200 yang beroperasi di Papua ada 2 tetapi karena kesulitas spare part dan jam mesin sudah habis, sehingga saat ini hanya 1 yang beroperasi dan masih harus melayani ke Yahukimo. Untuk itu agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, akhirnya pesawat yang sebelumnya beroperasi di Kalimantan ditarik untuk dioperasikan di Wamena.
“Penambahan ini seharusnya bukan hanya Trigana tetapi harus juga memberi kesempatan kepada perusahaan lain yang ingin beroperasi, sehingga masyarakat diuntungkan. Selain itu sangat kami harapkan adanya perhatian dari pemerintah agar perpanjangan landasan segera direalisasikan, sehingga pesawat berbadan lebar akan dapat mendarat di Wamena,” ujarnya.
Mengenai jumlah penumpang yang diangkut pesawat tersebut menurutnya, karena landasan sangat pendek sehingga dari Sentani ke Wamena mengangkut 80 orang atau 10 ton dan dari Wamena ke Sentani mengangkut 40 sampai 45 penumpang.
“Kalau seat (tempat duduk) nya sebenarnya ada 120 tetapi karena landasan yang pendek sehingga jumlah yang diangkut belum bisa maksimal. Kalau untuk harga tiket tetap stabil,” tandasnya.(ecy/hpp)

sumber : http://harianpagipapua.com

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top