Karnaval Budaya Nusantara 2026, Bupati Jayawijaya Serukan Semangat Kebinekaan
WAMENA - Bupati Jayawijaya, Atenius Murip,S.H.,M.H., secara resmi membuka gelaran Karnaval Budaya Nusantara yang berlangsung di Wamena pada Senin, 10 Agustus 2026. Acara ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 Tahun 2026.

Bupati Jayawijaya bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP, Ketua Dekranasda Jayawijayaya dr. Idawaty Waromi Murip, Sp.KJ, Ketua GOW Jayawijaya Ny. Cepelina Tabuni Elopere, S.IP
Foto : Kominfo Jayawijaya
Kegiatan yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP, Ketua Dekranasda Jayawijayaya dr. Idawaty Waromi Murip, Sp.KJ, Ketua GOW Jayawijaya Ny. Cepelina Tabuni Elopere, S.IP, perwakilan Pemprov Papua Pegunungan, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat ini menjadi ajang peragaan warisan budaya dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa karnaval ini dilaksanakan untuk melestarikan warisan budaya melalui pengenalan pakaian adat, tarian, dan kesenian daerah. Langkah ini diharapkan dapat memupuk rasa cinta tanah air serta kebanggaan atas keberagaman budaya bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.
"Kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berbudaya. Karnaval Budaya Nusantara ini juga menjadi wadah untuk menyatukan berbagai kelompok masyarakat dalam ruang kebersamaan yang rukun, sekaligus mendorong kemajuan usaha kecil dan produk lokal di Jayawijaya," ujar Atenius Murip.
Peserta karnaval berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum yang tergabung dalam berbagai paguyuban.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan para peserta yang tampil sebagai duta budaya. Ia berpesan kepada seluruh penonton dan masyarakat untuk menikmati pertunjukan secara tertib serta menjaga kebersihan lingkungan.
"Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Jayawijaya adalah masyarakat yang ramah dan cinta damai," pungkas Bupati sebelum meresmikan pembukaan karnaval dengan menyuarakan motto daerah, "Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo" (Hari esok harus lebih baik dari hari ini). (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)