Bupati Jayawijaya Atenius Murip Melepas 42 Jamaah Haji Jayawijaya
Wamena - Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H hadir dalam Acara Pelepasan Jamaah Haji Kabupaten Jayawijaya Tahun 1447 H/2026M yang akan menuju Mekkah (Arab Saudi) guna menunaikan rukun Islam yang Kelima yakni Menunaikan Ibadah Haji, Jumat 24 April 2026.
Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa Program Pemerintah Daerah menekankan pada pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, sebagai aset pembangunan manusia indonesia seutuhnya, yaitu membangun manusia indonesia yang utuh baik fisik maupun mentalnya. Dimana Salah satu upaya pembangunan moral indonesia yaitu melalui pelaksanaan ibadah haji, rukun islam yang ke-lima.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Secara Simbolis melepas Para Jamaah Haji Kabupaten Jayawijaya.
Foto : Agris Wistrijaya
Melalui ibadah Haji, para Jamaah Haji akan ditempa dan disempurnakan budipekertinya sebagai Hamba Tuhan, sehingga diharapkan dari pengalaman yang diperoleh selama beribadah di tanah suci dapat mendorong meningkatkan kualitas hidup, berbuat yang terbaik dan sekaligus sebagai panutan dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“Dalam suasana penuh kegembiraan ini, serta diliputi rasa haru dan rindu untuk memenuhi panggilan suci dari tuhan yang maha esa, guna menunaikan rukun islam yang ke-lima, saya ingin mengajak kepada kita sekalian, secara khusus kepada jama’ah haji yang akan pergi menunaikan ibadahnya, untuk dapat merenungkan kembali akan hakikat ibadah haji yang akan bapak/ibu laksanakan,” kata Bupati.
Ia juga berharap agar saat menunaikan ibadah haji, Para Jamaah Haji dapat tetap menjamin keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan, mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan kewajiban keagamaan tersebut, dimana hal ini juga merupakan salah satu bentuk ibadah.
Dalam sambutannya, Bupati memberikan Empat pesan kepada para Jamaah yakni pertama, jagalah kesehatan, karena situasi dan kondisi di Arab Saudi sangat berbeda dengan negara ini, baik alamnya maupun masyarakatnya, sehingga diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan sebaik-baiknya.
Kemudian poin kedua diharapkan para Jamaah dapat menjaga kekompakan dan keutuhan rombongan dan regu yang telah di tetapkan dengan saling memperhatikan dan saling membantu bila ada masalah atau kesulitan yang dialami selama perjalanan, atau selama berada di tanah suci.
Lanjut untuk pesan ketiga, Bupati Harap agar para Jamaah melaksaakan ibadah haji dengan khusu’, agar misi yang emban dapat tercapai, yaitu menjadi Haji yang Mabrur, dan janganlah mencampur-adukkan masalah ibadah dengan kegiatan-kegiatan lainnya dan diharapkan mampu menunjukkan pergaulan yang baik diantara sesama jamaah haji yang akan datang dari berbagai penjuru dunia;
“yang terakhir, tumbuhkanlah rasa kekeluargaan yang tinggi dengan sikap yang ramah, gembira, sopan dan ringan tangan dalam kebersamaan saling membantu sesama jamaah haji lainnya, yang berasal dari negara lain dari Indonesia, Papua dan terutama Jamaah Haji dari Kabupaten Jayawijaya,”ungkapnya.
Di Samping itu, Kepala Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Jayawijaya ibu Nurhayati mengatakan bahwa untuk kesehatan para Jamaah Haji dalam keadaan sehat dan setelah pelepasan ini akan masuk dalam asrama haji pada tanggal 12 mei dan pada tanggal 13 mei akan diberangkatkan.
“Untuk Para Jamaah haji dari Kabupaten Jayawijaya ada 2 kloter, yakni kloter 27 terdapat 1 orang Jamaah, dan kloter 31 terdapat 41 jamaah, dimana kloter 27 yang merupakan Jamaah asal Jayapura membatalkan keberangkatannya, maka disi kekosongan 1 orang dari Jayawijaya dengan persetujuan dari Jamaah tersebut,” tuturnya. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)