• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Home

Asosiasi bupati sepegunungan tengah bahas pembentukan provinsi pegunungan tengah

E-mail Cetak PDF

Bupati Sepegunungan Tengah Bahas Pembentukan Provinsi Pegunungan Tengah

Bukan Lagi Wacana, Tapi Bakal Diwujudkan

WAMENA – Sepuluh bupati Pegunungan Tengah masing-masing bupati Pegunungan Bintang Drs. Welington Wenda, bupati Puncak Jaya Lukas Enembe, S. IP, bupati Tolikara DR.(HC) John Tabo, MBA, bupati Yahukimo Ones Pahabol, SE, MM, wakil bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, penjabat bupati Nduga Benyamin Arisoy, SE, M.Si, penjabat bupati Puncak Drs. L.A. Boling, penjabat bupati Yalimo Drs. W.D. Siep, penjabat bupati Mamberamo Tengah David Pagawak, S. Sos, dan sekda Lany Jaya Doren Wakerkwa, SH sepakat untuk membentuk Provinsi Pegunungan Tengah dengan ibukotanya Wamena. Hal itu terungkap dalam pertemuan Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah yang dipusatkan di gedung Sosial GKI Betlehem Senin (22/2) siang.

 

Ketua asosiasi bupati sepegunungan tengah DR. (HC) John Tabo, MBA mengatakan lahirnya organisasi asosiasi bupati sepegunungan tengah merupakan manifestasi dari perjuangan rakyat pegunungan tengah untuk mengejar berbagai ketertinggalan disemua aspek kehidupan dari saudara-saudaranya yang lain di Indonesia. Lahirnya asosiasi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sikap walk out yang ditunjukkan oleh 5 bupati dan 5 ketua DPRD pegunungan tengah kepada gubernur Papua Barnabas Suebu, SH dalam acara raker bupati setanah Papua dan Papua Barat di Sasana Karya kantor gubernur provinsi papua Jayapura pada 18 Februari 2008 lalu.

“Sikap itu kami lakukan karena sejak Irian Jaya (Papua sekarang) berintegrasi ke pangkuan ibu pertiwi, pembangunan daerah pesisir dinilai lebih cepat maju dan berkembang disegala bidang bila dibandingkan dengan pelaksanaan pembangunan dikawasan pegunungan tengah yang  banyak didiami masyarakat pedalaman.

“Kondisi ini terus berjalan sampai di era otonomi khusus dan terjadi kesenjangan sosial yang sangat menyolok, padahal pemerintah pusat telah mengalokasikan dana yang sangat besar untuk pembangunan dikawasan pegunungan tengah, namun dalam kenyataannya tak pernah dinikmati oleh masyarakat pegunungan tengah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari provinsi Papua,” tegas John Tabo yang mendapat aplaus dari peserta.

Dengan terbentuknya provinsi Pegunungan Tengah, orang gunung/pedalaman akan dapat mengatur daerah dan menentukan nasibnya sendiri tanpa harus tergantung kepada orang lain. “Sudah saatnya orang gunung bangkit dengan semua potensi yang dimilikinya, untuk mengangkat harkat dan martabatnya sejajar dengan saudaranya yang lain di Indonesia,” ujarnya.

Pembentukan asosiasi itu sendiri bertujuan untuk mensinergikan rencana pembangunan dan mengoptimalkan beban pembiayaan untuk pembangunan kerja sama antar kawasan pegunungan tengah, pemprov Papua dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Hal yang paling utama pembentukan organisasi ini adalah program jangka pendek, untuk memutuskan secara bertahap mata rantai penyebab ketertinggalan pembangunan diwilayah pegunungan tengah yang didukung alokasi anggaran yang fokus dan multi years pada program kegiatan yang sifatnya akan memberikan dampak multiplayer efect disegala bidang,” ujarnya.

Pada tahun 2008 terjadi defisit, Papua Barat mendapat dana 700 Milyar dan provinsi Papua hanya mengelola dana senilai 300 Milyar, sementara pelaksanaan Otsus 2002-2008 dana yang dialokasikan untuk pegunungan tengah hanya 150 Milyar atau 5 % dari total pendapatan sebesar 2,8 Trilyun. Untuk dana segar (fresh money) di tahun 2008 yang mencapai 15 Trilyun, namun untuk kawasan pegunungan tengah hanya dialokasikan 1,1 Trilyun atau 7,54 %, padahal dana 40 % yang dikelola oleh Pemprov Papua mendekati 1 Trilyun yang tidak dapat dideteksi penjabaran program kegiatan dan lokasinya yang dilaksanakan disetiap kabupaten,” ujarnya.

Dana infrastruktur yang berasal dari APBN dan menjadi tanggungjawab pemprov Papua yang pelaksanaan kegiatannya disetiap kabupaten terkesan tidak menjawab kebutuhan yang sebenarnya. “Ditinjau dari aspek kualitas dan pengendalian justru sangat jauh dari tujuan dan sasaran yang diharapkan,” tegas John Tabo.


Terakhir Diupdate ( Rabu, 24 Februari 2010 10:44 )  

Comments  

 
-1 #13 Jhon 2010-05-22 12:44
Apa yg perjuangkan bupati pegunungan tengah adalah ulah dari Basnabas Suebu, SH yg mengarahkandan memimpin di papua yang slalu tidak adil dalam pembangunan juga selalu menciptakan kotak-kotakan antar sesama Org PAPUA.
 
 
-1 #12 KORWIL MLG 2010-05-22 08:57
Dari sekian banyak komentar2 mengenai pemkran prov, peg. tngh, yg merasa setuju ini adlh orang2 yg oportunisme, ingin kenyang sendiri sama golongan2nya, bukanya membuat sesuatu yang baik untuk masyarakat pegunungan tengah u/ mengejar ketertinggalan...!!! banyak pemekaran kabuapaten2 di kawasan peg. tengah saja masih belum maksimal maju dan belum ada perubahan yg menyentu di hati masyarakat..........!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!
 
 
-1 #11 Wita 2010-05-19 02:55
Mali yang terhormat, anda mungkin yg dari jawa. Nama wita itu adalah nama orang Dani, anda harus paham itu. Dan saya orang Dani, saya mau ingatkan saja, jika anda sepakt dengan adanya pemekaran, maka, anda sudah terjebak di dalamnya itu.
Saya mau tanya, permasalahan yang ada di akr rumput itu perbuatan siapa? tidk mungkin perbuatan masyarakat.
apalagi dengan adanya pemekaran propinsi, saya tidak bayangkan lagi. Karena anda harus tau, itu hanya akan mementingkan elit lokal saja kawan,.,.,
maka saya tidak sepakat dengan adanya pemekaran propinsi itu
 
 
-1 #10 y.p.lani 2010-05-07 14:53

PEMEKARAN UNTUK MEREKA PARA ELIT BUKAN UNTUK KITA ORANG KECIL.....
 
 
-1 #9 KORWL MLNG 2010-04-17 03:04
Kami dari IKB-PMPJ- Korwil Malang - Jatim, tidak sepakat dengan sepenuhnya rencana pemekaran provinsi Pegunungan tengah karena masalah SDA sangat mendukung tapi masalah SDM sangat memprihatinkan alias minim,artinya akan membuka lapangan kerja secara besar2an buat orang non pegunungan dan juga wilayah2 Pemekaran baru tidak berkembang begitu optimal apalagi provinsi. Para bupati2 gunung tolong prioritaskan masalah pendidikan dulu khusus masayarakat gunungg...!!!
 
 
0 #8 SAM SON 2010-03-17 09:28
sy mendukung adanya prov.ini, krn akan memepercepat proses pembangunan. dg pembangunan mk taraf hidup masyarakat akan membaik.
 
 
-1 #7 SAM SON 2010-03-17 09:24
kita samua menginginkan kemajuan, karena dengan kemajuan akan meningkatkan derajat dan martabat manusia. saya setuju dg pembentukan prov. peg tengah karna akan memepercepat proses pembangunan. dan untuk mempercepat pembangunan maka mutlak pembangunan jalan yg menghubungkan antar kampung maupun kota harus sgr dibuat. ini hrs menjadi perhatian gubernur kelak. para Gubernur bs belajar dr Gub. Riau HM Rusli zaenal yg berhasil memjukan ketertinggalan Riau dg program Multi Yearsnya, Perhatian pmbangunan yg utama jalan,dilanjutk an dg listrik dst.
 
 
-1 #6 dedz 2010-03-04 12:59
terjadi kesalahan besar yang dilakukan pemerintah di masa lalu. Untuk membangun Papua Pegunungan, maka harus dipahami dahulu karakteristik baik wilayahnya maupun manusianya.Harus diakui bahwa telah banyak program yang diluncurkan pemerintah ke pedalaman Papua, namun tidak berhasil, dan tidak pernah berhasil sesuai dengan harapan masyarakat.Mengapa?program-program seperti respek hanya pemborosan dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu.100jt rupiah Konsep untuk pemekaran provinsi memang salah satu opsi terbaik, namun itupun harus dengan niat tulus.tanpa kepentingan pribadi. Logikanya sederhana pusat-pusat pembangunan selama ini hanya ada di ibukota, sehingga otomatis pengaruh pembangunan di kota tidak bisa menjalar atau merambat ke wilayah lain, karena dibatasi, dan terputus oleh akses akibat dari kondisi geografis yg tidak memungkinkan. Untuk itu diperlukan pusat-pusat pembangunan yang baru yang dapat diakses oleh daerah di sekitarnya. dengan demikian pembangunan lambat laun akan terasa
 
 
-2 #5 ISWAKI 2010-02-28 19:42
Apapun alasannya jln trans wamena- jayapura sdh bertahun tahun terlantar dan pddk pegunungan trs dihimpit tingkat kemahalan,ini suatu indikasi bhw pemprov tdk serius memikirkan kemakmuran pddk pegunungan jd alternatif terbaik ya bentuk provinsi pegunungan tho! barang apa jd.
 
 
-1 #4 Dira 2010-02-27 21:36
Saya setuju dengan pemekaran provinsi ini, karena apabila kita lihat dari luas wilayah memang sangat dimungkinkan, lihat saja pulau jawa yg hanya 1/10 pulau irian memiliki banyak provinsi apalagi pulau kita ini yang sangat luas.. jadi seandainya pegunungan tengah jadikan satu provinsi baru sangatlah bagus sekali....
 

Add comment


Security code
Refresh

 Tampilan terbaik website ini menggunakan firefox dan resolusi 1024 x 768 px
email pengiriman artikel : webmaster@jayawijayakab.go.id

CB not installed

Login Form



Statistics

Anggota : 141
Konten : 144
Web Link : 7
Jumlah Kunjungan Konten : 99693