• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Home

Peringatan Hari Jadi Kota Wamena Ke 53

E-mail Cetak PDF

Untuk pertama kalinya hari jadi kota Wamena yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2009 diperingati secara akbar. Tak hanya upacara bendera sebagai puncak acara, berbagai perlombaan olah raga digelar untuk memperingati hari yang sangat bersejarah bagi pemerintah dan masyarakat kabupaten Jayawijaya itu. Laporan DJOKO SW, Wamena.

WAMENA  – Penetapan tanggal 10 Desember sebagai hari jadi kota Wamena merupakan momentum sejarah dibukanya pos pemerintahan pertama di pegunungan Jayawijaya oleh pemerintah Belanda. Hari ini tepatnya 53 tahun lalu sejarah mencatat dengan tinta emas, bahwa di lembah Agung Jayawijaya telah terjadi suatu peristiwa yang dilakukan sejumlah orang yang tergabung dalam rombongan kontrolir pemerintahan dalam negeri Belanda yang dipimpin seorang pejabat senior Frits Veldkam yang tiba pertama kali di lembah Baliem tepatnya di kampung Hitigima dengan tujuan utama membuka pos pemerintahan pertama. Hal itu dikatakan bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S. Sos, M. Par selaku inspektur upacara memperingati hari jadi kota Wamena ke 53 yang dipusatkan di stadin Pendidikan Wamena Kamis (10/12) pagi kemarin.

 

Empat hari kemudian tepatnya tanggal 14 Desember 1956, rombongan Frits Veldkam bergerk menuju desa Wesaput untu memulai membangun pos pemerintahan dan membangun sarana transportasi udara dengan membangun lapangan terbang untuk membuka isolasi Wamena dengan dunia luar,” tegas bupati Wempi.

Menurutnya kehadiran pemerintah Belanda di lembah Baliem bukan orang asing pertama, karena dua tahun sebelumnya (1954) sudah didahului oleh para misionaris yang mendarat di sungai Baliem di kampung Minimo yang sudah melakukan penginjilan. “Kehadiran dua bangsa dari negara luar itu mengantarkan masyarakat di pegunungan tengah ini mengenal peradaban baru, suatu jaman dimana belum dikenal oleh masyarakat Jayawijaya secara keseluruhan,” ungkapnya.

Kehadiran dua bangsa yang memiliki misi berbeda pada waktu itu justru menjadi sinergi kekuatan yang luar biasa untuk membuka tabir kegelapan yang bertahun-tahun lamanya telah menutupi lembah yang didiami oleh masyarakatnya yang cinta akan damai. Setengah abad yang lalu penduduk yang hidup dalam kegelapan dan kanibalisme, selalu mengedepankan perang suku dan perang antar kelompok sebagai jalan untuk menyelesaikan masalah. “Yang kuat akan menang dan menindas yang lemah dan kalah untuk segera menyingkir lebih jauh di balik gunung, seperti metode hukum rimba,” ujarnya.

Para pioner penginjil yang sudah bekerja keras membawa lilin di tengah kegelapan, telah mampu membuka pintu hati yang gelap dan membawa terang untuk menerangi hati. Hal itu dibarengi dengan upaya pemerintah yang memulai pelayanan administrasi pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kemasyarakatan meski dalam keadaan yang sangat terbatas,” ujarnya.

Diusianya yang sudah matang 53 tahun, kota Wamena makin tumbuh dan berkembang menjadi kota yang maju dan menjadi pusat pelayanan yang pada akhirnya berkembang menjadi kota wisata serta kota jasa. Letaknya yang sangat strategis di jantung pegunungan tengah, kota Wamena menjadi pintu gerbang bagi kabupaten pemekaran. Bahkan penduduk kota Wamenapun menjadi multi etnik dan majemuk dimana semua suku di nusantara mengadu nasib dan mengabdi serta berbaur dengan masyarakat pribumi,” ujarnya.

Waktu setengah abad yang dilalui telah banyak membuahkan hasil dan membanggakan saya selaku bupati adalah indikator keberhasilan anak-anak yang sudah menjadi tuan dinegerinya sendiri, menjadi pemikir, perencana dan pelaksana pembangunan serta menikamti hasil pembangunan itu secara bersama-sama. “Meski demikian secara jujur saya akui masih banyak terjadi kekurangan dan kelemahan, namun kita harus berusaha maksimal untuk menutupi kedua indikator tersebut dengan melakukan pembenahan disemua lini, karena tidak ada orang lain yang akan memperbaikinya kecuali kita semua,” ujarnya.

Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh elemen bangsa di daerah ini untuk saling bergandengan tangan menyatukan tekad membangun secara tulus dan ikhlas dengan harapan dapat mewujudkan cita-cita yang kita inginkan,” ujarnya.

Pantauan dilapangan, jalannya peringatan hari jadi kota Wamena benar-benar semarak yang diikuti wabup Jhon R. Banua, sekda Drs. Thomas Ameng, Dandim 1702 Letkol Inf Septinus Ginting, danyon 756 WMS letkol Inf Adri Koesdiyanto, ketua DPRD Yance F. Kogoya. Tampak hadir pula bupati Nduga Benyamin Arisoy, SE, M. Si, bupati Mamberamo Tengah David Pagawak, S. Sos, para mantan bupati Jayawijaya seperti J.B. Wenas, Drs. David A. Hubi, mantan wabup Budiman Kogoya, mantan sekda Drs. Jason Muabuay, Drs. Chris Wopary, para pejabat, pimpinan SKPD, para perintis yang pertama kali datang ke Wamena, TNI, Polri, PNS, Mahasiswa, pelajar dan undangan lainnya yang mencapai sekitar 7.000 orang.

Tak hanya itu perayaan hari jadi kota Wamena yang baru pertama kalinya digelar itu diwarnai dengan penampilan tarian yosim pancar dari siswa/i SMP Negeri 1 Wamena yang diikuti oleh bupati/wakil bupati Jayawijaya didampingi para istri, dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba bulu tangkis, tenis meja dan motor cros. Bahkan pihak panitia memberikan hadiah Rp. 1 Juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan spanduk yang diterbangkan menggunakan balon gas oleh bupati Wempi Wetipo. Usai upacara bendera pada malam harinya akan dilaksanakan resepsi kenegaraan yang berlangsung di gedung Tongkonan Wamena pukul 19.00 WIT.

Terakhir Diupdate ( Jumat, 19 Februari 2010 10:45 )  

Comments  

 
0 #2 anto 2010-05-22 17:03
saya sempat mendengar beberapa hari ini . katanya di wamena membutuhkan pembangkit listrik tenaga surya...
saya ingin coba memenuhi kebutuhan masyarakat wamena dengan menyediakan PLTS dengan tegangan 220 Volt (pertama di indonesia)
yang artinya jika tegangan 220 volt maka bisa di gunakan untuk produk produk yang biasa d pakai oleh khalayak umum.. misal nya televisi,radio, kulkas, lampu dan sebagai nya...
berbeda dengan produk dengan banyak di pasaran.. rata rata mereka menggunakan produk dengan voltase 12 volt dan sebagai nya yang bukan 220 Volt...
jika tegangan nya bukan 220 volt maka untuk lampu saja kita harus mengimport dari singapore .. tapi jika menggunakan produk yang saya tawarkan bisa langsung menggunakan lampu dan barang barang lain yang banyak beredar di pasaran... sehingga mudah..
jika jika berminat bisa menghubungi saya
anto 0899 7805 725 atau 022 60977643
terima kasih
 
 
0 #1 Mawel 2010-03-02 19:24
peringatana harus menjadi evaluasi sebagai batu pijakan untuk membagun yang lebih baik.
 

Add comment


Security code
Refresh

 Tampilan terbaik website ini menggunakan firefox dan resolusi 1024 x 768 px
email pengiriman artikel : webmaster@jayawijayakab.go.id

CB not installed

Login Form



Statistics

Anggota : 141
Konten : 144
Web Link : 7
Jumlah Kunjungan Konten : 99796