Para siswa yang ada di kabupaten jayawijaya mulai dari taman kanak-kanak sampai tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan kini dapat bernafas lega. Mulai tahun ajaran 2009-2010, sekitar 28 ribu para siswa itu tidak lagi dipusingkan dengan kebutuhan biaya sekolah, karena Pemkab Jayawijaya telah membebaskan biaya pendidikan melalui dana APBD Tahun 2009.Komitmen pemkab jayawijaya ini untuk memberika kesempatan kepada semua anak-anak jayawijaya untuk dapat melanjutkan sekolah atau bersekolah kembali, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S.Sos, M.Par, atas nama Pemkab Jayawijaya menjamin akan membebaskan biaya pendidikan selama kepemimpinannya 5 tahun ke depan.
Terobosan yang dilakukan Pemkab Jayawijaya ini mendapat sambutan hangat dari pelaku pendidikan dan para siswa serta orang tua, karena menjadi harapan baru untuk dapat menciptakan generasi-generasi muda Jayawijaya yang berkualitas di masa mendaptang, tanpa terbebani dengan mahalnya biaya pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan ini dinilai menjadi salah satu penyebab banyaknya anak putus sekolah, baik di Jayawijaya maupun di daerah lain.
Dalam pencanangan pendidikan gratis yang bertepan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tingka Kabupaten Jayawijaya di Lapangan PEndidikan Wamena. Wempi menegaskan "dengan pendidikan gratis, diharapkan akan dapat memacu mutu pendidikan di Jayawijaya setara dengan mutu pendidikan di daerah lain yang ada di Nusantara ini.
"Disisi lain kemampuan anak-anak Jayawijaya ternyata kini tidak kalah dengan anak-anak di daerah lain. Hal ini terbukti dengan banyaknya putra asli Jayawijaya yang menempuh pendidikan tinggi di luar Papua dan berhasil terlah kembali ke Jayawijaya untuk mengabdi dan membangun,selain itu beberapa anak Jayawijaya kini mulai tampak prestasinya baik di kancah nasional maupun internasional, " tegas Wempi.
Masih menurut Wempi, meski dengan APBD yang minim, dirinya bersama pasangannya Jhon R. Banua selalu berkomitmen penuh untuk membebaskan biaya pendidikan karena semua itu sudah dialokasikan melalui dana otsus. "dana otsus yang diberikan oleh pemerintah harus bisa dirasakan masyarakat secara luas," ujarnya. Dan pembebasan biaya pendidikan ini mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK ini dan akan dilaksanakan hingga akhir masa kepemimpinan mereka selama 5 tahun ke depan, tambahnya.
Selain itu, Pemkab Jayawijaya kini mulai serius mempersiapkan generasi-generasi berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan dikirimnya 5 orang anak siswa SD masing-masing Daniel Wetipo (SD YPPK Hepuba), Boni Logo (SD YPPK Yiwika), Lewi Jimmy Nirigi (SD YPK Betlehem), John Wandik (SD YPPK PIkhe) dan seorang siswa kelas 4 KRistian Yakin Murib (SD YPK Betlehem Wamena).
Kelima siswa SD yang akan mengikuti pendidikan di Surya Institute ini, dipilih berdasarkan hasil seleksi ketat yang dilakukan oleh Surya Institute, sebuah lembaga yang telah banyak mendidik anak-anak Indonesia menjadi anak yang cerdas dan berkualitas bahkan berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Sains tingkat Internasional.(SB)
Data sekolah penerima pendidikan gratis bisa di download disini








Comments
RSS feed for comments to this post.