KONDISI GEORAFI
Kabupaten Jayawijaya Sebelum pemekaran wilayah Kabupaten baru terletak pada garis meridiam antara 137 derajat 12 menit sampai 141 derajat BT da 3 derajat 2 menit sampai 5 derajat 12 menit Lintang Selatan. Namun setelah pemekaran tujuh Kabupaten baru yang berlangsung pada tahun 2002 dan Tahun 2008, titik koordinat wilayah Kabupaten Jayawijaya belum di tetapkan kembali. Luas Wilayah kabupaten jayawijaya sebelum pemekaran mencapai 52.916 Km namun setelah pemekaran wilayah Kabupaten Jayawijaya Tinggal 2 8.496 Km2 Batas wilayah Kabupaten Jayawijaya Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Memberamo Tengah dan Kabupaten Yalimo, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Bintang dan Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten Tolikara.
KONDISI TOPOGRAFI DAN IKLIM
Kabupaten Jayawijaya berada di hamparan Lembah Balim, sebuah lembah aluvial yang terbentang pada areal ketinggian 1500-2000 m diatas permukaan laut. Temperatur udara bervariasi antara 14,5 derajat Colcius sampai dengan 24,5 derajat Celcius. Dalam setahun rata-rata curah hujan adalah 1900 mm, dan dalam sebulan terdapat kurang lebih 16 hari hujan. Musim kemarau dan musim penghujan sulit dibedakan. Berdasarkan data bulan Maret adalah bulan dengan curah hujan terbesar, sedangkan curah hujan terendah ditemukan pada bulan Juli.
Lembah Balim dikelilingi oleh pegunungan Jayawijaya yang terkenal karena puncak-puncak salju abadi antara lain : Puncak Trikora (4750 m), Puncak Mandala (4.700 m) dan Puncak Yamin ( 4595 M). Pegunungan ini amat menarik wisatawan dan peneliti Ilmu Pengetahuan alam karena puncaknya yang selalu ditutupi salju walaupun berada di kawasan tropis. Lereng pegunungan yang terjal dan lembah sungai yang sempit dan curam menjadi ciri khas pegunungan ini. Cekungan lembah sungai yang cukup luas terdapat hanya di lembah Balim Barat dan lembah balim Timur (Wamena)
Vegetasi alam hutan tropis basah didataran rendah memberi peluang pada hutan iklim sedang berkembang cepat dilembah ini. Ekosistem hutan pegunungan berkembang di daerah ketinggian antara 2000 – 2500 m diatas permukaan laut.
KONDISI DEMOGRAFI DAN BUDAYA
Orang Dani Dilembah Balim biasa disebut orang Dani Lembah. Rata-rata kenaikan populasi orang Dani sangat rendah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah keengganan pada ibu untuk mempunyai anak lebih daripada dua yang menyebabkan rendahnya populasi orang Dani di lembah Balim. Sikap berpantang pada Ibu selama masih ada anak yang masih disusui, membuat jarak kelahiran menjadi jarang. Hal ini selain tentu saja karena adat istiadat mereka , mendorong terjadinya poligami. Poligami terjadi terutama pada laki-laki yang kaya, mempunyai banyak babi. Babi merupakan Mas kawin utama yang diberikan laki-laki kepada keluarga wanita.
Selain sebagai mas kawin, babi juga digunaklan sebagai lambang kegembiraan maupun kedukaan. Babi juga menjadi alat pembayaran denda terhadap berbagai jenis pelanggaraan adat. Dalam pesta adat besar babi tidak pernah terlupakan bahkan menjadi bahan konsumsi utama.
Sebelum tahun 1954 Penduduk kabupaten Jayawijaya merupakan masyarakat yang homogen dan hidup berkelompok menurut wilayah adat, sosial dan konfederasi suku masing-masing. Pada saat sekarang ini penduduk Jayawijaya sudah heterogen yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang sosial budaya beragam hidup berbaur saling menghormati.
KONDISI SOSIAL EKONOMI
Mata pencaharian utama masyarakat Jayawijaya adalah bertani, dengan sistem pertanian tradisional. Makanan pokok masyarakat asli Jayawijaya adalah Ubi jalar (Hipere), keladi, jagung sehingga pada areal pertanian mereka di penuhi dengan jenis tanaman makanan pokok ini.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berusaha memperkanalkan jenis tanaman lainnya seperti berbagai jenis sayuran (Kol, Sawi. Wortel, boncis, kentang, bunga kol daun bawang dan sebagainya) yang kini berkembang sebagai komoditi yang di kirim ke luar daerah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Lembah Balim adalah areal luas yang sangat subur sehingga cocok untuk berbagai jenis komoditi pertanian yang dikembangkan tanpa pupuk Kimia. Padi sawah juga mulai berkembang di daerah ini, penduduk Dani sudah mengenal cara bertani padi sawah. Begitupun komoditi perkebunan lainnya kini dikembangkan adalah kopi Arabika.
KONDISI TRANSPORTASI
Transportasi Kabupaten Jayawijaya hingga saat ini masih mengandalkan perhubungan Udara yang menghubungkan Wamena- Jayapura maupun Wamena dengan kabupaten lain di Papua seperti Wamena-Biak, Wamena Merauke.
Semua jenis barang baik barang kebutuhan pokok masyarakat maupun kendaraan dan bahan bangunan seperti semen dan lainnya di angkut dari Jayapura ke wamena menggunakan pesawat terbang. Sejumlah perusahaan penerbangan yang selalu melayani penumpang maupun barang dari Jayapura ke wamena yaitu : PT. Trigana Air Service, Manunggal Air Service, Aviastar dan penerbangan Hercules TNI AURI
Sedangkan transportasi yang menghubungkan Wamena dengan sebelas distrik di kabupaten Jayawijaya, sudah dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat, sedangkan untuk menghubungkan antara Wamena dengan Ibukota Kabupaten pemekaran, hanya ada tiga Kabupaten pemekaran yang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat yaitu Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Yalimo.




Profil


uang 3,3 Miliadrsssss kalu...