• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color

WVI Selenggarakan Lokakarya

Cetak PDF

Wamena - Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi sosial kemasyarakatan dan memiliki program yang cukup baik salah satu diantaranya yaitu memfokuskan pada kualitas hidup anak. Hal itu dikatakan plt sekda Petrus Mahuse, AP mewakili bupati jayawijaya ketika membuka kegiatan loka karya pengenalan pelayanan wvi adb lauk nayak,di sasana Wio, baru-baru ini. Jumat (27/8).

 

Festival Budaya Lembah Baliem, Sukses?

Cetak PDF

Festival Budaya Lembah Baliem, Sukses?

Pesona Festival Budaya Lembah Baliem ini ternyata masih sangat kuat. Wisatawan baik manca negara maupun domestic membanjiri lokasi perang-perangan desa Wosilimo, distrik  Kurulu, yang jaraknya cukup jauh dari kota Wamena. Apa saja yang ada di festival tahunan ini, berikut beberapa ulasannya.

Secara umum, pelaksanaan festival ini terbilang sukses. Walaupun ada beberapa parameter untuk menilai suksesnya even ini. Kekurangan jelas ada dalam festival ini, apakah disebabkan kurang siapnya panitia, atau juga beberapa factor lain yang kurang diantisipasi panitia.

Suksesnya acara festival ini bisa dilihat dari beberapa segi. Diantaranya, kunjungan wisatawan manca negara ke festival ini relative stabil, sama atau mendekati jumlah kunjungan tahun 2009. Wisatawan ini masih didominasi wisatawan Eropa, selain itu ada beberapa wisatawan Asia seperti Jepang. Antusiasme para wisatawan ini bisa terlihat  dari hadirnya mereka, bahkan tingkat hunian hotel bisa dikatakan penuh dengan para wisatawan ini.

Jumlah wisatawan yang menghadiri festival ini sayangnya tidak diantisipasi oleh panitia dengan menghitung jumlah nilai pastinya. Seperti tahun 2009, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya , Ratna Isbudiarti, SE mengungkapkan bahwa, ”Jumlah kunjungan wisatawan di festival mencapai sekitar 400 (empat ratusan) wisatawan manca negara.” Dan untuk tahun 2010 ini, belum bisa dilihat berapa jumlah nilai pastinya, apakah sama dengan tahun 2009 lalu ataukah bertambah dan berkurang. Hal ini yang masih harus dilihat panitia untuk masa mendatang. Namun dengan apa yang bisa dilihat, kunjungan wisatawan manca negara tahun ini tidaklah mengecewakan.

Dan sebuah catatan adalah bagaimana caranya agar para wisatawan ini bisa kembali lagi tahun depan, bahkan dengan mengajaki serta keluarga atau teman sehingga lebih banyak lagi mereka yang datang melihat festival ini. Artinya, ketika pulang dari Wamena akan banyak cerita menarik untuk kerabat bahkan sanak family di sana, bukan sebuah cerita kurang puas dan membuat mereka enggan lagi datang ke festival ini.

Disisi lain, suksesnya festival ini juga dilihat dari perputaran uang yang ada selama even ini berlangsung. Munculnya sejumlah pedagang bermobil, tenda maupun yang hanya menggelar plastik menjual pinang, muncul bak jamur. Dan bisa dilihat, pembeli juga tak hentinya mencari kebutuhan seperti makan, makanan ringan, rokok, air minum, bahkan sampai pinang. Ramainya transaksi ini, bisa diprediksikan dalam sehari saja, perputaran uang di even ini, bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Artinya, masyarakat juga bisa merasakan hasil dari event ini.  Namun sayangnya, perputaran uang di souvenir ternyata masih kecil. Ini nantinya harus menjadi perhatian panitia, bagaimana caranya agar banyak turis berbelanja souvenir di festival ini.

Selanjutnya, keterlibatan masyarakat ternyata masih cukup tinggi. Walaupun secara sekilas, festival kali ini lebih sepi dari tahun lalu, terutama jumlah peserta. Namun hal ini tidak menjadi penyebab tidak suksesnya even ini. Dan yang jangan lupa dilihat adalah, peran serta masyarakat ini juga berimbas ke masyarakat. Artinya, setiap peserta lomba mendapat hadiah pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Sebelumnya, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S.Sos, M.Par menegaskan bahwa,”Jumlah dana pembinaan ini akan ditingkatkan.” Dan bisa dilihat, peserta lomba tari-tarian kini mendapat dana pembinaan Rp 3.500.000,00 sedangkan tim perang-perangan mendapatkan Rp 5.000.000,00 sama halnya peserta lomba lainnya. Artinya, dana yang mereka terima ini bisa dimanfaatkan atau dirasakan langsung oleh masyarakat, belum lagi bagi yang berprestasi atau juara.

Sebuah optimisme bahwa even ini berhasil dengan sukses, walaupun tak sempurna. Disinilah kerja kita semua, bukan hanya instansi terkait, panitia atau Pemkab jayawijaya saja, untuk memberi masukan, saran, namun menjadi tanggung jawab semua pihak. Dan juga, kita tidak boleh anti dengan masukan bahkan kritikan yang isinya memberikan evaluasi kegiatan ini. Karena disinilah kita belajar agar even ini  kedepannya akan berjalan lebih baik lagi. Ini butuh kerja keras bahkan pemikiran yang ekstra dari semua pihak. Bagaimanapun even ini adalah milik kita bersama, kebanggaan kita, dan cerita indah kita masyarakat Jayawijaya, yang harus kita banggakan dan kita jaga.

Sementara itu, beberapa evaluasi menjadi sebuah masukan adalah kesiapan panitia dalam kordinasi. Kordinasi baik antar sesame panitia bahkan juga dengan tamu serta protokoler pejabat. Ketepatan waktu ini harus dipersiapkan panitia, terutama jika tamu telah datang. Di festival ke -21 ini, pembukaan yang direncanakan jam 10.00 WIT akhirnya baru dapat dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIT, padahal beberapa tamu penting sudah tampak hadir. Kedepannya, hal ini harus dibenahi agar tak terjadi lagi hal-hal seperti ini.

Selain itu kordinasi antar panitia serta panitia local. Banyaknya campur tangan panitia yang bukan bidang menangani sebuah bidang membuat kordinasi kacau. Pendaftaran peserta saja, masih ada beberapa peserta yang mendaftar mendadak, bahkan kupon sebagai tanda pendaftaran peserta ada yang double/ganda. Hal ini mengakibatkan agak semrawut saat panitia memberikan dana pembinaan yang diterima per grupnya.

Banyak suara yang ditujukan ke panitia, termasuk sebelum festival ini digelar. Diantaranya adalah “kemasan penampilan” sebuah grup yang biasa disampaikan dengan sinopsisnya. Hal ini sangat positif, dan kita juga melihat beberapa peserta menampilkan beberapa inovasi baru namun tidak merubah keaslian seni yang ditampilkan. Ini patut diacungi jempol walaupun kedepannya masih perlu banyak yang dibenahi, termasuk cerita dalam adegan perang-perangan yang tidak monoton, sehingga tamu yang melihat tidak merasa bosan. Tetapi satu hal yang harus dijaga adalah keaslian cerita.

Sementara itu dalam even karnaval, kemeriahan masih sama seperti tahun sebelumnya. Jadwal pelaksanaan tepat seperti di undangan bahkan yang diumumkan oleh panitia. Namun masih ada catatan yang hamper tiap tahun masih saja terjadi. Panitia khususnya seksi acara harus mampu mengatur tempo bagi peserta karnaval, sehingga di jalanan, penonton bisa betul  menikmati tanpa harus menunggu lama akibat jarak satu peserta ke peserta lain begitu jauhnya.

Dan, setidaknya acara festival ini terbilang sukses, walau dengan beberapa catatan yang wajar. Kedepannya adalah tugas kita bersama untuk menjadikan festival ini lebih baik dari yang sebelumnya. (*)

 

 

 

 

 

Foday - Weeks Tetap Di Persiwa Wamena

Cetak PDF

Foday-Erick Weeks, Tetap Di Persiwa Wamena

 

Dua pemain asing, yang lebih dari dua kompetisi bermain di Tim Badai Dari Pegunungan Tengah ini siap kembali bertarung membela nama Persiwa Wamena. Boakai Edi Foday dan Erick Weeks Lewis, adalah dua pemain asing yang telah resmi menandatangani perpanjangan kontrak.

Assisten Manejer Persiwa Agus Santoso, menjelaskan kedua pemain tersebut kini telah bersama pemain lainnya dan tengah menjalani  Trainning Centre (TC) atau pemusatan latihan di Yogyakarta.

Selain itu, Manajemen hanya menyisakan 12 pemain dari 23 pemain kompetisi lalu. Ke- 12 pemain lama tersebut  yakni Boakay Edi Foday, Erick Weeks Lewis,  Galih Firmansyah, Firly Apriansyah, Joko Kuspito, Habel Satya, Isak Konon, Yesaya Desnam, Pieter Rumaropen, Imanuel Padwa, Aleks Yarangga, dan Alan Aronggear.

Menurut Agus, setidaknya Persiwa Wamena masih membutuhkan 2 pemain local lagi untuk menggenapi tim, yaitu pada posisi depan dan penjaga gawang. Dan untuk mengatasi kekurangan tersebut, Persiwa Wamena kini masih melakukan serangkaian seleksi sekaligus menggelar pemusatan latihan di kawasan pantai Parangtritis Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Menurut Agus, kini ada 12 pemain lama yang melakukan TC, selain itu ada empat pemain baru yang telah menandatangani kontrak baru dengan Persiwa wamena. Keempat pemain local tersebut yakni Marchelano Mandagi (belakang eks Bontang FC) dan Ferdinand Alfred Sinaga (tengah eks PPSM Magelang), David Aryanto (kipper eks Persekab Bandung), Supriyadi (belakang eks Persitara Jakarta Utara)

“Selain pemain local, ada juga pemain asing pemain asing, yang berasal dari Serbia, Korea Selatan dan China,” jelas Agus. Ketiganya jelas Agus, kini sedang menjalani proses negosiasi dan verifikasi.  Ketiganya adalah Park Daeshick (Korsel/belakang), Li Haoyun (China/depan), dan Sasa (Serbia/depan).

Disisi lain, serangkaian uji coba juga telah dilakukan, hal ini bertujuan agar pemain-pemain baru dapat segera beradaptasi dengan Persiwa Wamena. Salah satu uji coba yakni dengan mengalahkan Sleman Selection dan menang  6 - 0.

Sementara itu, lanjut Agus, posisi pelatih kini beralih dari Zaenal Abidin kepada Suharno. Suharno, sebelumnya telah melatih Persiwa Wamena ISL 2008-2009. (*)

 

FBLB Siap Digelar

Cetak PDF

Event akbar sebagai agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memperingati Hari Ulang Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65, Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke -21 siap digelar. Segala persiapan telah dilaksanakan untuk suksesnya event tersebut. Sejumlah wisatawan manca negara akhir Juli 2010 mulai berdatangan di Wamena.Ratna_Isbudiarti_FBLB_SIAP

“Festival ini dipastikan dilaksanakan tanggal 9 dan 10 Agustus di kampung Wosilimo distrik Kurulu,” jelas Ratna Isbudiarti, SE Ketua Panitia FBLB yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya. “Persiapan sudah mantap, tinggal finishingnya saja,” jelasnya.

 

PLN Berlakukan Meteran Prabayar Pada Oktober 2010

Cetak PDF

Johanis_Sudarmono_PLN_3_MWPerusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Wamena akan memberlakukan sistem meteran pra bayar untuk mengantisipasi banyaknya keluhan (complain) dari pelanggan terhadap pembayaran rekening listrik. Untuk mengatasi keluhan dari pelanggan tentang pembayaran rekening listrik, PLN Ranting Wamena pada bulan September 2010 akan melakukan studi kelayakan dan bulan Oktober 2010 akan dilaksanakan pemasangan. Hal itu dijelaskan Kepala PLN ranting Wamena Johanes Sudarmono, S. Sos di ruang kerjanya Sabtu (7/8) siang.

 

PLN Ranting Wamena Butuh Daya 6 Megawatt Hingga 2013

Cetak PDF

PLN Ranting wamena membutuhkan tambahan daya 3 megawatt lagi, setelah sebelumnya memiliki daya 3 megawatt guna menunjang pembangunan kelistrikan secara menyeluruh di Kabupaten Jayawijaya.

“Tambahan daya ini, untuk menunjang rencanan pembangunan seperti lampu jalan, pusat perbelanjaan, hotel-hotel, yang dilakukan Pemkab Jayawijaya dan pembangunan gedung Bank Papua”, ungkap Johanes Sudarmono, S.Sos Manajer PLN Ranting Wamena.

 

Di Wamena, Puncak Kemarau Diperkirakan Hingga September 2010

Cetak PDF

Wamena - Musim kemarau yang terjadi sejak awal  Juli ini masih akan berlanjut. Walau hujan turun, namun intensitasnya masih sangat rendah. Puncak kemarau ini bahkan diperkirakan hingga Sepetember 2010 mendatang.

Musim kemarau ini, dimulai pada minggu ketiga bulan juli dimana  hujan tidak turun disertai surutnya debit air tanah di Wamena, menyebabkan banyak sumur dan sungai yang debit airnya menurun drastis. Hal itu dijelaskan Subahari salah seorang staf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wamena.

 

Tips Mengenali Makanan Kadaluarsa

Cetak PDF

Makanan yang kadaluwarsa seperti buah dan sayuran memang mudah untuk dikenali. Namun, tidak begitu dengan jenis makanan lainnya, seperti daging, susu, makanan kering, atau makanan kaleng. Anda jadi bertanya-tanya, apakah makanan tersebut masih layak untuk dikonsumsi. Selain dengan mencari tahu tanggal kedaluwarsa pada label kemasan, bagaimana cara mengenali makanan yang sudah tak layak dikonsumsi?

 
Halaman 1 dari 8

 Tampilan terbaik website ini menggunakan firefox dan resolusi 1024 x 768 px
email pengiriman artikel : webmaster@jayawijayakab.go.id

CB not installed

Kebijakan Pemerintah


PENCANANGAN PENDIDIKAN GRATIS
Selengkapnya....

JAMKESDA
PENCANANGAN KESEHATAN GRATIS
Selengkapnya....

RASKIN
RASKIN GRATIS
Selengkapnya....

 

Komentar Terakhir

pengumuman-pelelangan-pengadaan-barang

Login Form



Statistics

Anggota : 141
Konten : 144
Web Link : 7
Jumlah Kunjungan Konten : 99804